Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat dakwah di akar rumput.
Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Seleksi dan Asesmen Nominator Cabang, Ranting, dan Masjid Muhammadiyah Unggul yang berlangsung di Agro Mulia, Prigen, Pasuruan.
Kegiatan ini diikuti 12 Cabang, 10 Ranting, dan 15 Masjid Muhammadiyah yang sebelumnya telah melewati proses seleksi di tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM).
Mereka merupakan representasi dari amal usaha dan gerakan dakwah di level komunitas yang dinilai telah menunjukkan keunggulan dalam manajemen organisasi, pelayanan umat, penguatan ideologi, serta kontribusi sosial di lingkungannya masing-masing.
Lebih dari 150 perwakilan Cabang, Ranting, dan Takmir Masjid Muhammadiyah se-Jawa Timur hadir dalam forum ini.
Para peserta mengikuti asesmen yang dirancang secara komprehensif, mulai dari presentasi program unggulan, wawancara mendalam, hingga evaluasi capaian nyata di lapangan.
Tim seleksi dipimpin Firman Sano, Ketua Tim Seleksi LPCRPM PWM Jatim, yang menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari strategi dakwah komunitas dan transformasi kultural Muhammadiyah.
Firman menjelaskan, seleksi ini tidak dimaksudkan sekadar sebagai ajang lomba, tetapi lebih sebagai ruang apresiasi dan penguatan praktik baik.
“Seleksi ini adalah cara untuk mengangkat kisah sukses di tingkat akar rumput. Harapannya, pengalaman baik dari cabang, ranting, dan masjid unggul dapat menginspirasi dan ditiru oleh struktur Muhammadiyah lainnya,” ujarnya.
Menurut dia, Muhammadiyah di tingkat paling bawah memiliki peran vital dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Cabang, ranting, dan masjid menjadi titik sentral pembinaan umat, pendidikan, serta pemberdayaan sosial-ekonomi.
“Karena itu, penguatan struktur ini akan berdampak langsung pada ketangguhan organisasi secara keseluruhan. Selain proses seleksi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran pengalaman,” tegasnya.
Para peserta dengan antusias memaparkan program inovatif yang telah dijalankan, seperti pengelolaan pendidikan berbasis masjid, pemberdayaan ekonomi jamaah, program kesehatan masyarakat, hingga gerakan lingkungan berbasis komunitas.
“Dari forum ini, banyak ide baru yang muncul dan berpotensi untuk direplikasi di daerah lain,” ujar Firman.
Kata Firmanm, program ini merupakan bagian integral dari Gerakan Dakwah Akar Rumput Muhammadiyah di Jawa Timur, yang terus digelorakan sebagai strategi menjawab tantangan zaman.
“Dengan mengangkat potensi lokal dan kekuatan kolektif, kami ingin menjadikan cabang, ranting, dan masjid sebagai pusat pencerahan sekaligus laboratorium sosial yang melahirkan solusi nyata bagi umat,” jelasnya.
Hasil dari seleksi ini rencananya akan diumumkan dalam agenda resmi PWM Jawa Timur mendatang.
Para nominator terbaik tidak hanya akan menerima penghargaan, tetapi juga akan mendapatkan pendampingan khusus dari LPCRPM untuk mengembangkan program dakwah dan sosial keummatan secara lebih luas.
Dengan kegiatan ini, LPCRPM berharap lahir cabang, ranting, dan masjid unggul yang tidak hanya menjadi teladan internal, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan masyarakat Jawa Timur dan Indonesia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments