Madrasah Aliyah (MA) Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, meraih 17 medali dalam Kejuaraan Pencak Silat Jember Championship #3 yang diselenggarakan di Pusat Kejuaraan Paku Sepatu Olahraga (PKPSO) Jember, Sabtu (14/2/2026). Kejuaraan tersebut diikuti sekitar 800 atlet pencak silat dari berbagai daerah yang bertanding pada sejumlah kategori.
Kontingen MA Al-Ishlah mengirimkan 27 atlet untuk mengikuti kejuaraan tersebut sebagai bagian dari kegiatan pembinaan ekstrakurikuler pencak silat di lingkungan madrasah. Para atlet berangkat dari Lamongan pada Jumat (13/2/2026) dan tiba di lokasi pertandingan pada Sabtu (14/2/2026) untuk mengikuti rangkaian pertandingan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia.
Dalam kejuaraan tersebut, atlet MA Al-Ishlah memperoleh lima medali emas, dua medali perak, dan sepuluh medali perunggu. Medali emas diraih oleh Ahmad Fadhil Ramadhan, Rafa Aditya, Adul Mu’izzudin, Muhammad Joni, dan Jessica Firjatullah. Medali perak diraih oleh Aura Dinar dan Aisyah Hanna. Sementara itu, medali perunggu diraih oleh Fernanda Bahy Al-Faruq, Arsyad Abiyyu Nawwaf, Maritsa Hasanah, Nur Rohmah, Nabila Najwa, Anggun Agustiyana, Fika Intan Nur Aini, Faiha Zalfa, Aida Selva, dan Naura Nur Qomarina.
Selama kejuaraan berlangsung, para atlet didampingi oleh pelatih yang berperan dalam proses pembinaan dan pendampingan. Pelatih yang mendampingi kontingen antara lain Asliq Mawali, Hermawan Toti Aji, M. Irfan, dan M. Yusuf Al-Ayubi.
“Alhamdulillah Kontingen pencak silat Malisha sukses meraih medali dalam Kejuaraan Nasional Pencak Silat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember #3 dan kita juga main sportif dan menjaga marwah atau wibawa pesantren,” ucap Ustadz Toti, pelatih senior beladiri Malisha.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu pertandingan sempat dihentikan sementara karena adanya penilaian dari wasit terhadap tendangan yang dilakukan atlet. Keputusan tersebut berdampak pada pengurangan poin bagi atlet MA Al-Ishlah.
“Hal itu berdampak Malisha mendapat poin -5, padahal sangat jelas dari pandangan official dan penonton di atas tribun bahwa tendangan tersebut mengenai body protector bukan serangan ke kemaluan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh atlet telah mengikuti pertandingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku selama kejuaraan berlangsung.
“Kita bersyukur meskipun tidak juara umum satu tetapi semua atlet Malisha telah bermain dengan baik dan berani sehingga pertandingan di atas gelanggang begitu meriah dengan disajikannya teknik-teknik andalan para atlet,” tandasnya.
Pelatih lainnya, M. Yusuf Al-Ayyubi, menyampaikan bahwa para atlet mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib selama kejuaraan berlangsung.
“Alhamdulillah atlet Malisha meninggalkan GOR dengan bersih, disiplin para atlet dan tidak keluyuran saat temannya bertanding, tetap menjaga adab kepada lawan saat dan setelah bertanding,” ucap M. Yusuf Al-Ayyubi.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter santri melalui kegiatan olahraga.
“Ini syiar yang dilestarikan oleh santri Al-Ishlah Sendangagung, di mana saja berada tetap pegang teguh aturan, sportif, taat pimpinan, tetap beribadah, disiplin waktu dan jaga kebersihan lingkungan, karakter baik ini tetap melekat di atlet pencak silat Malisha,” pungkasnya.
Keikutsertaan dalam kejuaraan ini menjadi bagian dari kegiatan pembinaan olahraga dan pengembangan kemampuan siswa MA Al-Ishlah Sendangagung dalam bidang pencak silat melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di lingkungan madrasah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments