Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa Akuntansi UMG Edukasi Literasi Keuangan Siswa SDN Sumber Wuluh melalui Program CATUNG

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa Akuntansi UMG Edukasi Literasi Keuangan Siswa SDN Sumber Wuluh melalui Program CATUNG
MAHASISWA KKN UMG TANAMKAN LITERASI KEUANGAN SEJAK DINI MELALUI PROGRAM CATUNG (CATAT DAN MENABUNG) (Devi Arroiyani/PWMU.CO)
pwmu.co -

Membangun generasi yang cerdas finansial dimulai dari pendidikan sejak usia dini. Berangkat dari pemahaman tersebut, empat mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menginisiasi program CATUNG (Catat dan Menabung) bagi siswa SDN Sumber Wuluh, Selasa (10/2/2026) pukul 09.00 WIB.

Program yang merupakan bagian dari Kelompok KKN 8 Sumber Wuluh ini bertujuan menanamkan kebiasaan mengelola keuangan dan menabung sejak dini.

Shelka Exi Oktavinova, Adjie Eka Putra, Imelda Ifana, dan Nurlia Della Lutviana, yang merupakan mahasiswa Prodi Akuntansi, merancang program edukasi finansial yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Dengan pendekatan interaktif, materi disampaikan melalui metode yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak.

Literasi Keuangan untuk Anak Sekolah Dasar

Kegiatan CATUNG dirancang dengan dua fokus utama, yaitu mencatat pemasukan dan pengeluaran serta memahami manfaat menabung. Kedua konsep tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari pembelajaran literasi keuangan dasar.

Shelka Exi Oktavinova menjelaskan latar belakang program tersebut.

“Kami melihat banyak anak yang belum memahami nilai uang. Mereka menerima uang jajan tapi tidak tahu kemana uangnya habis. Melalui CATUNG, kami ingin mengajarkan mereka untuk mulai mencatat dan mengelola uang jajan mereka,” ungkapnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia pada 2022 mencapai 49,68 persen. Edukasi literasi keuangan sejak usia dini dipandang sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan.

“Kalau anak-anak sudah terbiasa mengelola keuangan sejak kecil, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih bijak dalam mengelola uang. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan mereka,” tambah Shelka.

Metode Pembelajaran Interaktif

Adjie Eka Putra menjelaskan bahwa metode yang digunakan disesuaikan dengan usia siswa sekolah dasar. “Kami tidak mengajar seperti kuliah akuntansi. Kami menggunakan games, cerita, dan simulasi yang membuat anak-anak excited belajar tentang uang,” paparnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membagikan buku CATUNG yang berisi tabel sederhana untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran harian. Siswa diajarkan mencatat tanggal, sumber uang, jumlah uang, serta penggunaan uang tersebut.

“Kami ajari mereka menulis tanggal, dari mana uangnya (misal: dari ibu), berapa jumlahnya, lalu dipakai untuk apa dan berapa. Sederhana tapi sangat efektif untuk melatih disiplin finansial,” jelas Adjie.

Imelda Ifana menyampaikan materi mengenai pencatatan pemasukan dan pengeluaran menggunakan buku catatan sederhana. Siswa diajak memahami perbedaan antara uang masuk dan uang keluar melalui praktik langsung.

“Anak-anak sangat antusias. Mereka berlomba-lomba menjawab dan berdiskusi. Ada yang bilang ‘apakah hanya uang saku yang termasuk uang masuk?’. Dari situ kita ajak mereka berpikir kritis membedakan mana yang benar-benar uang masuk dan uang keluar,” cerita Imelda.

Menabung sebagai Kebiasaan Sejak Dini

Pada sesi berikutnya, Nurlia Della Lutviana menyampaikan materi tentang pentingnya menabung. Ia menggunakan metode cerita untuk membantu siswa memahami tujuan menabung.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kami tanya ke anak-anak, apa yang kalian mau? Ada yang ingin beli sepeda, ada yang mau punya HP, ada yang mau jalan-jalan ke Bali. Nah, dari situ kami ajari mereka bahwa dengan menabung sedikit-sedikit, mimpi itu bisa tercapai,” ungkap Della.

Siswa kemudian diminta menuliskan target menabung di buku CATUNG. Mahasiswa juga membantu menghitung estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.

“Ada anak yang kaget, ‘Lama banget Kak, kalau nabung seribu sehari’. Nah, dari situ kita ajari bahwa kesabaran itu penting, dan reward-nya akan sangat membahagiakan karena hasil usaha sendiri,” lanjutnya.

Program ini juga dilengkapi dengan penggunaan alat tabungan yang digunakan siswa untuk mempraktikkan kebiasaan menabung secara langsung. Melalui alat tersebut, siswa dapat menyisihkan uang secara rutin dan melihat perkembangan tabungan mereka.

Dukungan Sekolah dan Kolaborasi Mahasiswa

Wali kelas SDN Sumber Wuluh menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. “Ini program yang sangat bermanfaat. Selama ini mata pelajaran di sekolah belum secara khusus mengajarkan literasi keuangan praktis seperti ini. Kami sangat mendukung dan berharap program ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Guru kelas juga mengamati adanya perubahan dalam cara siswa memahami penggunaan uang.

“Anak-anak jadi lebih aware dengan uang jajan mereka. Ada yang mulai bertanya, ‘Bu, kalau saya nabung segini, berapa lama bisa beli ini?’. Mereka mulai berpikir tentang mengelola uang mereka,” katanya.

Salah satu siswa, Leo, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Seru Bu, saya jadi tahu kalau uang jajan saya sering habis untuk jajan yang nggak penting. Sekarang saya mau nabung buat beli buku cerita,” ungkapnya.

Ketua Kelompok KKN 8, Mukhammad Jerry Vernando Four, menyampaikan bahwa seluruh anggota kelompok terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. “Teman-teman dari prodi lain membantu menyiapkan alat peraga, mendampingi siswa, dan mendokumentasikan kegiatan. Kami bekerja sebagai tim yang solid,” ujarnya.

Program CATUNG merupakan bagian dari kegiatan KKN UMG 2026 dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program KKN Berdampak dengan Optimalisasi Potensi Lokal Menuju Desa Mandiri”. Dosen Pembimbing Lapangan, R. Achmad Djazuli, SP., MMA, berharap program tersebut memberikan manfaat jangka panjang.

“Jika anak-anak sudah terbiasa mengelola keuangan dari kecil, mereka akan tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab secara finansial. Ini kontribusi nyata untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.

Dengan keterlibatan mahasiswa, dukungan sekolah, dan partisipasi siswa, program CATUNG dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan edukasi literasi keuangan di SDN Sumber Wuluh. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu