
PWMU.CO – Anak adalah cerminan pola asuh orang tuanya. Perkembangan teknologi dan internet yang cukup pesat, menjadi tantangan tersendiri dalam mengasuh anak semakin kompleks. Menyadari hal itu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang sedang melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis (30/1) mengadakan kegiatan bertajuk “Sosialisasi Keterampilan Parenting”.
Mahasiswa dari kelompok 10 KKN UMG itu menggelar kegiatannya di Balai Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Gresik. Mereka menggandeng rekannya yang berasal dari Fakultas Psikologi untuk menjadi pemateri. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memberi wawasan para orang tua di Desa Tebuwung tentang pola asuh anak secara positif.
Sosialisasi ini pun mendapatkan sambutan yang luar biasa dari ibu-ibu anggota Bina Keluarga Balita (BKB) dan kader desa tersebut yang hadir.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN kelompok 10, Yanuar Pandu Negoro, ST, MLogSCM, menekankan bahwa keterampilan parenting sangat penting agar semua memahami tahapan perkembangan anak.
“Mengasuh anak bukanlah tugas yang mudah, apalagi pada perkembangan teknologi saat ini. Orang tua yang memiliki keterampilan parenting yang baik akan lebih percaya diri, bahagia, serta memiliki kesehatan mental yang lebih baik,” ujar Yanuar Pandu Negoro.
Sedangkan Nur Khasanah AMd,Keb, bidan Desa Tebuwung juga menambahkan bahwa pola asuh anak yang tepat berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Karena itu, Bu Bidan Nur Khasanah juga berharap semoga dengana adanya kegiatan sosialisasi ini dapat membantu orang tua dalam menerapkan teknik pengasuhan yang lebih efektif.
Kegiatan yang dikemas dengan ceramah dan diskusi ini sangat menarik antusias peserta yang semuanya dari kalangan ibu-ibu. Suasananya pun tampak hidup karena interaktif yang tinggi.
Dua pemateri, Dahlia Septa Paramita dan Aini Roviana, mahasiswa dari Fakultas Psikologi UMG memaparkan secara runtut tentang konsep parenting positif, mulai dari memahami perkembangan anak hingga teknik mengatasi perilaku anak.
“Orang tua yang memiliki keterampilan parenting akan terhindar dari stres pengasuhan, lebih memahami perasaan anak, serta mampu membangun hubungan yang harmonis dalam keluarga,” papar Dahlia.
Siti Lufamah dan Siti Nur Fa’anah, peserta sosialisasi, tampak begitu antusias. Keduanya mengaku mendapatkan banyak wawasan baru.
“Awalnya kami tidak terlalu memahami parenting, tapi setelah mengikuti kegiatan ini, kami jadi lebih mengerti bagaimana pola asuh yang baik. Materinya juga menarik dan mudah dipahami,” kata salah satu peserta.
Ketua PKK Desa Tebuwung, Dra. Retno Widanarni bahkan berharap kegiatan serupa dapat terlaksana berkelanjutan.
“Kami sangat mendukung sosialisasi seperti ini agar orang tua semakin paham cara mengasuh anak dengan bijak. Semoga ke depannya ada lebih banyak pelatihan yang bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa KKN kelompok 10 dari UMG ini berharap para orang tua dapat menerapkan pola asuh yang lebih baik di rumah. Selain juga mampu menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, serta membangun generasi yang lebih cerdas dan berkarakter.
Penulis Ahmad Azharuddin, Editor Notonegoro






0 Tanggapan
Empty Comments