Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa FH UMSURA Pelajari Peran Panitera di Pengadilan Agama Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa FH UMSURA Pelajari Peran Panitera di Pengadilan Agama Surabaya
Tiga mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Surabaya menyelesaikan program magang intensif di Pengadilan Agama (PA) Surabaya (Anis Fajri/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menuntaskan program magang intensif di Pengadilan Agama Surabaya kelas IA.

Mereka mempelajari peran strategis kepaniteraan secara mendalam selama menjalani praktik lapangan tersebut.

Program yang berlangsung selama dua bulan, terhitung sejak 18 November 2025 hingga 18 Januari 2026 tersebut, memberikan wawasan mendalam mengenai peran strategis kepaniteraan dalam sistem peradilan Indonesia.

Kegiatan magang ini merupakan jembatan untuk mengintegrasikan teori hukum normatif yang dipelajari mahasiswa di bangku kuliah dengan realitas praktik di lapangan.

Selama periode tersebut, para mahasiswa tidak hanya mengamati, tetapi juga terlibat langsung dalam dinamika operasional lembaga peradilan.

Fokus utama pembelajaran mereka tertuju pada peran sentral panitera. Dalam struktur pengadilan, panitera merupakan tulang punggung kelancaran proses hukum.

Selain menjalankan fungsi administratif, panitera bertanggung jawab memastikan setiap tahapan perkara berjalan sesuai koridor peraturan perundang-undangan, mengedepankan prinsip transparansi, serta menjaga akuntabilitas.

Hal ini membuktikan bahwa tertib administrasi adalah pilar yang tak terpisahkan dari penegakan hukum yang berkeadilan.

Selama bertugas, ketiga mahasiswa tersebut terlibat secara aktif dalam kegiatan kepaniteraan, khususnya pada tahap pasca-putusan.

Salah satu tugas krusial yang mereka jalankan adalah rekapitulasi data pemberkasan perkara yang telah diputus oleh hakim.

Tugas ini meliputi pemeriksaan kelengkapan berkas, pencatatan amar putusan, hingga sinkronisasi dan penginputan data ke dalam sistem administrasi perkara digital milik pengadilan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Melalui proses rekapitulasi ini, mahasiswa menyadari bahwa akurasi data sangat menentukan kualitas pelayanan publik.

Kesalahan sekecil apa pun dalam dokumentasi hukum dapat berdampak fatal, mulai dari keterlambatan eksekusi hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi peradilan.

Oleh karena itu, ketelitian dan tanggung jawab menjadi kompetensi mutlak bagi setiap aparatur pengadilan.

Salah satu mahasiswa magang melakukan rekapitulasi data pemberkasan perkara yang telah diputus oleh hakim (Anis Fajri/PWMU.CO)
Refleksi dan Integritas Profesi

Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi para calon sarjana hukum tersebut.

Mereka merefleksikan bahwa marwah keadilan tidak hanya ditentukan melalui adu argumen di ruang sidang, tetapi juga melalui ketertiban dokumen yang dikelola oleh panitera.

“Magang ini mengajarkan kami bahwa profesi hukum menuntut integritas tinggi. Setiap dokumen yang kami kelola memiliki konsekuensi yuridis bagi pihak berperkara. Di sini, kami belajar menghargai setiap detail pekerjaan sebagai bagian dari tanggung jawab moral kepada masyarakat,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa magang.

Kegiatan yang berakhir pada pertengahan Januari 2026 ini menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa dalam membentuk karakter profesional.

Harapannya, dengan memahami hukum secara praktis dan etis, lulusan FH UM Surabaya siap berkontribusi sebagai penegak hukum yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memegang teguh nilai-nilai keadilan dan transparansi.***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu