
PWMU.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar edukasi kelistrikan di UPT SDN 129 Gresik, Desa Kedungsumber, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Rabu (30/7/2025).
Kegiatan yang bertema Kenali Bahaya, Gunakan Listrik dengan Aman ini diikuti oleh siswa kelas V. Dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan, mahasiswa KKN mengajak siswa mengenal manfaat listrik, potensi bahaya, dan cara menggunakannya dengan aman dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu momen yang menarik perhatian siswa adalah saat mahasiswa menampilkan simulasi pembangkit listrik sederhana menggunakan turbin dan generator mini. Ketika turbin diputar secara manual, lampu kecil menyala. Sontak, siswa pun terkesima.
“Wah, lampunya nyala beneran!” seru salah satu siswa yang disambut tepuk tangan teman-temannya.
Simulasi ini membantu siswa memahami bahwa listrik tidak muncul begitu saja, melainkan dihasilkan dari energi alam seperti air, angin, dan batu bara yang diolah di unit pembangkit.

Materi dilanjutkan dengan pembahasan tentang bahaya listrik, seperti risiko kesetrum, kebakaran, dan luka bakar. Penjelasan disertai contoh perilaku berbahaya, misalnya menyentuh colokan dengan tangan basah atau bermain layangan dekat kabel listrik.
Penjelasan ini disampaikan secara komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar, mengingat pentingnya edukasi keselamatan sejak usia dini.
Sesi kuis bertajuk “Aman atau Tidak Aman?” turut menambah antusiasme siswa. Mereka diminta menebak kondisi dari gambar yang ditampilkan, kemudian berdiskusi bersama mengenai alasan suatu tindakan tergolong aman atau tidak.
Kegiatan ini tidak hanya mengasah logika dan kepekaan siswa terhadap lingkungan, tetapi juga melatih keberanian mereka dalam mengemukakan pendapat di depan teman-temannya. Banyak siswa aktif mengangkat tangan saat sesi ini berlangsung, menunjukkan tingginya partisipasi mereka dalam kegiatan.
Mahasiswa juga membagikan beberapa tips keselamatan yang mudah diingat. Di antaranya, tidak menyentuh colokan atau saklar dengan tangan basah, mencabut steker dari bagian kepala stekernya, menghindari kabel yang terkelupas, serta tidak bermain layang-layang di dekat kabel listrik. Tips ini disampaikan dalam bentuk praktek langsung agar mudah diingat oleh para siswa.
Dengan pendekatan yang ringan namun tetap edukatif, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya keselamatan listrik. Simulasi dan pengalaman langsung membuat pembelajaran menjadi lebih berkesan dan mudah dipahami oleh para siswa. (*)
Penulis Reza Rachmat Setyabudi Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments