Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar seminar bertajuk Langkah Strategis Memulai Bisnis melalui Studi Kelayakan Bisnis sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengelolaan usaha masyarakat Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada penguatan sektor ekonomi desa.
Seminar tersebut dilaksanakan pada (30/1/2026) dan diikuti oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta perwakilan kelompok tani Desa Suru. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya perencanaan usaha yang terarah, berkelanjutan, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik dalam jangka panjang.
Pelaksanaan seminar dilatarbelakangi masih dominannya pola usaha tradisional yang dijalankan tanpa perencanaan bisnis yang jelas. Selain itu, masyarakat juga menghadapi sejumlah permasalahan lain, seperti lemahnya pencatatan keuangan usaha, belum optimalnya pengelolaan BUMDes, serta rendahnya pemanfaatan limbah pertanian sebagai peluang usaha yang bernilai ekonomi. Kondisi tersebut menjadi dasar perlunya kegiatan eduk asi terkait perencanaan dan kelayakan usaha.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai langkah-langkah memulai bisnis melalui studi kelayakan usaha. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dan analisis target pasar, penentuan harga jual yang sesuai dengan biaya produksi, pemilihan lokasi usaha, efisiensi proses produksi, serta pentingnya legalitas usaha, seperti kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi usaha.
“Alhamdulillah sangat membantu banget bagi umkm, bagi saya sangat luar biasa sudah di bantu mengurus sertifikasi halal. NIB dll. Semoga kedepannya semakin maju dan berkembang.” ujar Solatun Indah, salah satu pelaku UMKM di Desa Suru.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pencatatan keuangan sederhana, pemisahan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi, serta perhitungan waktu balik modal atau Break Even Point (BEP). Materi tersebut disampaikan untuk membantu pelaku usaha memahami kondisi keuangan usaha secara lebih terukur dan mengurangi risiko kerugian dalam pengelolaan usaha.
Kegiatan seminar berlangsung dengan penyampaian materi dan sesi diskusi, sehingga peserta dapat menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman usaha yang selama ini dijalankan. Diskusi tersebut dimanfaatkan untuk membahas permasalahan yang dihadapi peserta dalam mengelola usaha di tingkat desa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMG berharap masyarakat Desa Suru dapat meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, memperkuat perekonomian keluarga, serta mendorong kemandirian ekonomi desa melalui UMKM, BUMDes, dan kelompok tani yang dikelola secara lebih terencana dan berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments