Minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah rumah tangga dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna melalui kegiatan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi yang dilaksanakan Kelompok 34 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik di Balai Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Ahad (8/2/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan kelompok KKN yang berfokus pada pengelolaan limbah rumah tangga serta peningkatan kreativitas dan potensi ekonomi masyarakat desa.
Demonstrasi berlangsung di Balai Desa Kandangan dan diikuti oleh ibu-ibu PKK. Sejak awal kegiatan, peserta menyimak setiap tahapan proses pembuatan lilin aromaterapi yang dipaparkan oleh anggota KKN.
Selain menyaksikan proses demonstrasi, peserta juga mengajukan pertanyaan apabila terdapat langkah atau penjelasan yang belum dipahami. Interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung secara komunikatif sehingga seluruh tahapan kegiatan dapat diikuti dengan jelas.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah yang selama ini dianggap tidak terpakai dan berpotensi mencemari lingkungan, dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Melalui pengolahan yang tepat, minyak jelantah tidak hanya membantu mengurangi potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kreatif yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam demonstrasi tersebut, anggota KKN memberikan penjelasan mengenai alat dan bahan yang digunakan serta langkah-langkah pembuatannya. Bahan yang digunakan relatif mudah diperoleh dan sebagian besar tersedia di lingkungan masyarakat, di antaranya minyak jelantah yang telah disaring, stearin, minyak zaitun, serta bahan pendukung lainnya.
Proses pembuatan lilin aromaterapi dijelaskan secara bertahap, mulai dari pemanasan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga proses pencetakan lilin.
“Penggunaan minyak zaitun berfungsi sebagai bahan aroma untuk menghilangkan bau tidak sedap yang berasal dari minyak jelantah,” ujar Moch Diva Widya Prasetya, salah satu anggota KKN Kelompok 34.
Melalui kegiatan demonstrasi ini, masyarakat Desa Kandangan, khususnya ibu-ibu PKK, memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat.
Selain mendukung upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga membuka peluang pemanfaatan minyak jelantah sebagai produk rumahan. KKN Kelompok 34 berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kandangan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments