Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN UMG Perkenalkan Pembuatan Briket Sekam Padi sebagai Bahan Bakar Alternatif

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN UMG Perkenalkan Pembuatan Briket Sekam Padi sebagai Bahan Bakar Alternatif
Proses Pencetakan Briket Dari Sekam Padi (Raditya Cahya Ramadhan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik memanfaatkan limbah sekam padi menjadi briket bahan bakar alternatif melalui program uji coba di Desa Cinandang, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Inovasi ini dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Industri yang tergabung dalam Kelompok 5 KKN sebagai bagian dari penerapan ilmu pengetahuan berbasis potensi lokal.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Gresik, yang tergabung dalam Kelompok 5 Desa Cinandang melaksanakan program kerja berupa uji coba pembuatan briket dari limbah sekam padi di Dusun Gangsir, Desa Cinandang, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Program ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu Teknik Industri melalui pendekatan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi masyarakat desa.

Di wilayah tersebut, sekam padi merupakan hasil samping pertanian yang tersedia dalam jumlah cukup banyak. Selama ini, bahan baku tersebut lebih sering diperlakukan sebagai limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah pertanian itu memiliki potensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif apabila diproses dengan metode yang tepat. Pemanfaatan ini diharapkan dapat memberikan nilai guna tambahan terhadap limbah pertanian yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Kegiatan uji coba pembuatan briket dilaksanakan pada Jumat (30/1/2026) selama periode pelaksanaan KKN dengan melibatkan pemuda setempat sebagai partisipan. Mahasiswa bersama warga melakukan proses pengolahan sekam padi melalui tahapan yang telah dirancang secara sederhana dan sistematis agar mudah dipahami dan diterapkan.

Mahasiswa KKN UMG Uji Coba Pembuatan Briket dari Sekam Padi di Desa Cinandang (2)
Mahasiswa KKN kelompok 5 UMG bersama Karang Taruna Dusun Gangsir (Raditya Cahya Ramadhan/PWMU.CO)

Proses pembuatan briket diawali dengan pembakaran sekam padi hingga menghasilkan arang. Arang yang telah terbentuk kemudian dihaluskan sebelum dicampur dengan bahan perekat berupa tepung tapioka dan air dengan komposisi tertentu. Setelah bahan tercampur secara merata, adonan dicetak menggunakan alat sederhana, kemudian dikeringkan hingga menghasilkan briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ketua Kelompok 5 KKN Desa Cinandang, Satria Permana S, menyampaikan bahwa kegiatan ini masih berada pada tahap perkenalan dan uji coba awal kepada masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa sekam padi yang selama ini dianggap limbah sebenarnya memiliki nilai guna. Melalui uji coba ini, kami berharap masyarakat dapat melihat potensi pengembangannya ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih efisien. Mahasiswa memperkenalkan cara pengolahan limbah pertanian menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali, sehingga masyarakat memiliki alternatif dalam mengelola limbah pertanian yang tersedia di lingkungan mereka.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menerapkan pengetahuan akademik dalam bentuk praktik langsung di lapangan, sekaligus memperkenalkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan bakar alternatif yang dapat digunakan oleh masyarakat Desa Cinandang. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu