Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN Unesa Gelar Sosialisasi Etika Penggunaan Medsos di MTsM 4 Bulubrangsi

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN Unesa Gelar Sosialisasi Etika Penggunaan Medsos di MTsM 4 Bulubrangsi
Momen foto bersama siswa MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi dan KKN Unesa usai Sosialisasi, Selasa (30/09/2025). (Helmi Rohmanto/PWMU.CO).
pwmu.co -

Di tengah derasnya arus informasi digital, penanaman etika dalam menggunakan media sosial perlu menjadi perhatian utama.

Hal ini tercermin dalam kegiatan Sosialisasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi pada selasa (30/09/2025).

Kegiatan yang terlaksana di ruang kelas 9 ini mengangkat tema “Bijak dan Beretika dalam Bermedia Sosial” dan terhadiri dengan antusias oleh seluruh siswa.

Para mahasiswa KKN Unesa hadir untuk berbagi pengetahuan sekaligus membangun kesadaran siswa tentang bagaimana memanfaatkan media sosial secara sehat, produktif, dan sesuai dengan nilai moral maupun agama.

Media Sosial: Pedang Bermata Dua

Dalam pemaparannya, tim KKN menyampaikan bahwa media sosial ibarat pedang bermata dua: bisa menjadi sarana kebaikan, namun juga bisa menjerumuskan bila digunakan tanpa etika.

Salah satu anggota KKN Unesa, Nurul Lailatun Nisa’ menegaskan bahwa bijak bermedia sosial bukan hanya soal menjaga citra diri, tetapi juga soal tanggung jawab sebagai generasi muda di ruang digital.

Siswa hari ini tumbuh bersama gawai dan internet. Karena itu, kesadaran untuk beretika sangat penting. Jangan mudah menyebarkan hoaks, jangan terbiasa menulis komentar kasar, dan gunakan media sosial untuk menebarkan manfaat” ujarnya.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi Us’dah SPdI yang turut hadir mendampingi kegiatan ini, memberikan apresiasi terhadap program KKN tersebut.

Menurutnya, pendidikan etika digital merupakan bagian dari kebutuhan nyata yang harus dimiliki generasi muda di era sekarang.

Madrasah ini selalu berkomitmen menanamkan karakter Islami. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa anak-anak juga hidup di dunia maya.

Materi dari adik-adik KKN Unesa ini sangat relevan untuk membuka wawasan siswa, agar mereka tetap menjunjung akhlak mulia meski berada di balik layar gawai” terang beliau.

Terpantau kegiatan sosialisasi ini berlangsung interaktif. Siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berdiskusi melalui simulasi kasus nyata yang sering muncul di media sosial. Seperti fenomena ujaran kebencian, cyberbullying, hingga budaya pamer yang sering kali tidak tersadari.

Mahasiswa KKN memberikan tips praktis, mulai dari memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikan, menggunakan bahasa santun, menjaga privasi, hingga membatasi waktu penggunaan media sosial agar tidak mengganggu belajar.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Perhatian Besar Siswa

Seorang siswi kelas VIII, Muhammad Fatikhul Ichan Fahari, mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari kegiatan ini. Ia menuturkan bahwa selama ini sering kali ia maupun teman-teman belum sepenuhnya memahami batasan dalam bermedia sosial.

“Kadang kami ikut-ikutan saja membuat status atau komentar. Setelah mendapat penjelasan, saya jadi tahu bahwa apa yang kita tulis bisa membawa dampak besar, bahkan bisa menyakiti orang lain. Saya jadi lebih hati-hati” ungkapnya dengan wajah serius.

Selain diskusi, sesi tanya jawab pun berjalan dinamis. Tidak sedikit siswa yang bertanya tentang cara menghadapi komentar negatif di media sosial, bagaimana menghindari kecanduan gawai, hingga bagaimana menjadikan akun media sosial sebagai sarana untuk belajar dan berkarya.

Pertanyaan-pertanyaan itu menunjukkan bahwa siswa memiliki perhatian besar terhadap tema yang terangkat.

Dari pihak KKN, mahasiswa lain, Hani, menambahkan bahwa penggunaan media sosial harus diarahkan pada hal-hal yang bermanfaat.

Kami ingin adik-adik memahami bahwa media sosial bisa menjadi sarana dakwah, tempat berbagi ilmu, dan wadah untuk berprestasi. Jangan sampai digunakan hanya untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan ini, MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi semakin mempertegas perannya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai benteng moral bagi generasi muda.

Kehadiran KKN Unesa menambah warna dalam proses pendidikan di madrasah, terutama dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia digital.

Ke depan, madrasah berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, agar siswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menunjukkan akhlak mulia dalam segala aspek kehidupan.

Sehingga, nilai unggul dalam prestasi, santun dalam perilaku benar-benar terwujud, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu