
PWMU.CO – Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) A2 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk “Excellent Therapeutic Communication, bertempat di RS PKU Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (26/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya akademisi untuk menjawab tantangan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan kapasitas tenaga medis dan non-medis dalam aspek komunikasi. Tema ini diangkat sebagai respons atas pentingnya komunikasi terapeutik dalam membangun hubungan yang berkualitas antara tenaga kesehatan dan pasien di era pelayanan yang semakin kompleks dan berorientasi pada kepuasan pengguna jasa.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surabaya, Prof Dr Pipit Festi Wiliyanarti SKM MKes yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif mahasiswa MARS.
“Komunikasi efektif adalah jantung dari pelayanan yang bermutu. Lewat kegiatan seperti ini, rumah sakit dapat memperkuat nilai-nilai humanisme dalam praktik klinis sehari-hari,” ujar beliau.
Ketua pelaksana kegiatan, dr Aditya Safarudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai seminar biasa, tetapi juga mencakup pelatihan aktif, simulasi role-play, dan diskusi kelompok kecil yang memungkinkan partisipan untuk mengeksplorasi langsung dinamika komunikasi yang sering terjadi di ruang-ruang pelayanan.
“Peningkatan mutu tidak hanya soal digitalisasi atau pemanfaatan teknologi, tetapi juga sangat bergantung pada hal fundamental pada setiap SDM, seperti penyampaian informasi dengan empati dan memberikan layanan prima,” ujarnya.
Selama kegiatan, para peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan, staf administrasi, serta manajemen, diajak untuk memahami konsep dasar komunikasi terapeutik, mengenali hambatan komunikasi dalam pelayanan, serta mempraktikkan model komunikasi efektif dengan pendekatan patient-centered care.
Pentingnya Empati

Saiful, salah satu peserta, perawat senior RS PKU Muhammadiyah, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantunya memahami kembali pentingnya empati dalam menangani komplain pasien.
“Banyak manfaat yang didapat dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, bahkan melebihi ekspektasi. Mendapatkan banyak ilmu, jadi tahu bagaimana menanggapi komplain yang benar, dan juga sebagai pengingat dari ilmu yang pernah didapatkan sebelumnya,” ungkapnya.
Selain edukasi, kegiatan ini juga menjadi momentum kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan layanan kesehatan sebagai bentuk sinergi untuk peningkatan mutu sistem kesehatan nasional. Universitas Muhammadiyah Surabaya melalui Prodi MARS berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa tidak hanya secara teoritis, tetapi juga aplikatif melalui kegiatan-kegiatan berbasis pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan refleksi atau Role play bersama serta penyerahan sertifikat dan plakat penghargaan dari Mahasiswa MARS A2 Universitas Muhammadiyah Surabaya kepada pihak RS PKU Muhammadiyah Surabaya sebagai mitra strategis dalam mendukung program pengabdian masyarakat mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa MARS tidak hanya belajar tentang pentingnya komunikasi dalam konteks akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya transformasi budaya kerja di rumah sakit. Harapannya, komunikasi efektif bukan hanya menjadi topik seminar, melainkan menjadi bagian dari etika profesional dan pelayanan unggul yang berkelanjutan. (*)
Penulis Dwi Untari Fadillah Asih Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments