Sebagai upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar. Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pengabdian masyarakat di MAN 1 Lamongan, Jumat (12/12/2025).
M. Nur Ali Zulfikar, mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam UMM, melaksanakan pelatihan penulisan esai ilmiah berbasis pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI).
Dalam keterangannya, pria yang akrab disapa Ali Zulfikar ini menjelaskan bahwa, pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan literasi siswa di tengah derasnya arus digitalisasi.
lebih jauh, Ali menegaskan bahwa literasi menjadi salah satu indikator penting kualitas sumber daya manusia.
“Indonesia masih berada di peringkat bawah dalam survei literasi. Ini pekerjaan rumah bersama. Pelajar harus diperkuat kemampuan literasinya agar siap menghadapi era kecerdasan artifisial,” ujarnya.
Lliterasi, kata Ali, tidak hanya berdampak pada capaian akademik, tetapi juga menjadi fondasi karakter dan kompetensi kerja. Oleh karena itu, siswa diberi stimulus melalui latihan menulis esai ilmiah, maupun esai keseharian yang dekat dengan kehidupan mereka.
“Banyak siswa yang memilih tema menarik seperti pentingnya konsumsi makanan sehat dan literasi keuangan bagi pelajar. Tema-tema ini relevan dengan rutinitas mereka,” katanya.
Selain teknik penulisan, Ali juga mengenalkan pemanfaatan AI seperti ChatGPT untuk membantu menyusun outline esai. Ia menegaskan bahwa AI bukan untuk menggantikan kemampuan menulis, melainkan menjadi alat bantu agar siswa mampu menyusun struktur dan alur pemikiran yang lebih runtut.
Output dari kegiatan ini direncanakan akan dikompilasi menjadi sebuah buku, sebagai bentuk kontribusi nyata pelajar MAN 1 Lamongan dalam mendukung program Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, Sains dan Teknologi (Diktisaintek Berdampak).
“Dengan menghasilkan buku, siswa diharapkan memiliki kemandirian dan kepercayaan diri, serta semangat mengembangkan kemampuan literasi mereka. Tidak ada bangsa yang maju tanpa literasi yang kuat,” tegasnya.
Tidak hanya itu, penguatan literasi di kalangan pelajar merupakan bagian dari ikhtiar mempersiapkan Indonesia Emas 2045. Bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan jika generasi muda dibekali kemampuan literasi dan pemanfaatan teknologi sejak dini.
Salah satu siswa MAN 1 Lamongan yang mengikuti kegiatan, Ahmad Al Ghany Wardani, menyampaikan bahwa pelatihan penulisan esai dan literasi era AI yang diberikan sangat memberikan pemahaman baru, terutama terkait pentingnya literasi di era teknologi.
Menurutnya, materi yang disampaikan mulai dari pemahaman dasar tentang apa itu literasi, langkah-langkah membuat esai, hingga contoh konkret topik keseharian seperti pentingnya makanan sehat bagi pelajar, membuat siswa semakin mudah memahami proses penulisan.
“Dari kegiatan tadi saya dapat banyak hal. Mulai dari pengertian literasi itu apa, cara membuat esai seperti apa, dan contoh-contoh tema yang dekat dengan kehidupan kami,” ungkapnya.
Ia menilai pemanfaatan AI dalam membuat outline esai juga sangat membantu siswa memulai tulisan. “Tadi juga diajari cara memakai AI seperti ChatGPT untuk membuat kerangka esai. Itu mempermudah kami menyusun alur tulisan sebelum benar-benar menulis,” tambahnya.
Pihak MAN 1 Lamongan menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pelatihan serupa dapat berkelanjutan guna menumbuhkan budaya menulis serta kecakapan digital di lingkungan madrasah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments