Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) melaksanakan kegiatan microteaching sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Microteaching, (19/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan melalui praktik mengajar secara langsung di SD Muhammadiyah 17 Surabaya dengan melibatkan sebanyak 16 siswa sekolah dasar sebagai peserta pembelajaran.
Kegiatan microteaching ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengelola kelas serta menerapkan keterampilan dasar mengajar di lingkungan sekolah yang sesungguhnya.
Melalui praktik langsung di kelas, mahasiswa diharapkan mampu memahami karakteristik peserta didik sekolah dasar, mulai dari gaya belajar, tingkat konsentrasi, hingga cara membangun interaksi yang aktif dan menyenangkan selama proses pembelajaran Bahasa Inggris.
Microteaching
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa mendapatkan pendampingan langsung dari Agung selaku guru SD Muhammadiyah 17 Surabaya serta Roifah sebagai dosen pengampu mata kuliah Microteaching.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirancang, sekaligus memberikan evaluasi dan masukan terhadap performa mengajar mahasiswa, baik dari segi penguasaan materi, metode pembelajaran, maupun pengelolaan kelas.
Salah satu mahasiswa peserta microteaching, Elva Gita Cahyani mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga.
“Melalui microteaching di sekolah langsung, kami jadi lebih memahami bagaimana menghadapi siswa SD secara nyata. Awalnya merasa gugup, tetapi setelah mulai berinteraksi dengan siswa, suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan,” ujar Elva Gita Cahyani.
Mahasiswa tersebut juga menambahkan bahwa kegiatan ini membantu meningkatkan kepercayaan diri serta kesiapan mereka sebagai calon pendidik.
“Pendampingan dari guru pamong dan dosen sangat membantu kami untuk memperbaiki cara mengajar dan lebih reflektif terhadap pembelajaran yang kami lakukan,” tambahnya.
Melalui kegiatan microteaching ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalisme, tetapi juga mampu membangun sikap tanggung jawab dan kesiapan mental sebagai calon guru.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi positif antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris sejak usia dini.





0 Tanggapan
Empty Comments