Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa UMG Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block EcoBlock dalam Program KKN di Mojokerto

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa UMG Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block EcoBlock dalam Program KKN di Mojokerto
Mahasiswa KKN Kelompok 03 UM Gresik Sulap Limbah Sampah Plastik Menjadi Paving (EcoBlock) (Muhammad Luthfi Afif/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mengembangkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block ramah lingkungan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada hari Ahad (8/2/2026) di Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Produk yang diberi nama EcoBlock tersebut menjadi alternatif pemanfaatan limbah plastik yang memiliki nilai guna serta dapat digunakan untuk kebutuhan infrastruktur sederhana di lingkungan masyarakat.

Program ini dilaksanakan oleh 15 mahasiswa yang tergabung dalam tim pengabdian kepada masyarakat dari empat program studi, yaitu Manajemen, Teknik Industri, Psikologi, dan Kesehatan Masyarakat. Kegiatan tersebut didampingi oleh Mega Rahayu Hardiyanti, S.ST., M.T., dosen Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik.

Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah plastik yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk di Desa Brayublandong. Sampah plastik yang sulit terurai berpotensi mencemari tanah dan lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Melalui program KKN, mahasiswa memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan dasar pembuatan paving block alternatif yang dapat digunakan kembali oleh masyarakat.

Muhammad Luthfi Afif, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, menjelaskan bahwa EcoBlock dibuat melalui beberapa tahapan pengolahan. Proses diawali dengan pengumpulan sampah plastik dari lingkungan sekitar, kemudian dilakukan pemilahan sesuai jenisnya. Sampah plastik tersebut selanjutnya dicacah menjadi bagian-bagian kecil sebelum dilelehkan dan dicampur dengan bahan pendukung. Campuran tersebut kemudian dicetak menggunakan cetakan berbahan besi hingga membentuk paving block.

Ia menambahkan bahwa seluruh proses produksi dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja serta standar pengolahan lingkungan.

“Hasilnya, EcoBlock yang dihasilkan memiliki daya tahan yang cukup kuat serta bernilai guna tinggi untuk dimanfaatkan sebagai alas jalan setapak atau halaman rumah,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selain melakukan produksi EcoBlock, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik sejak dari rumah. Edukasi tersebut mencakup pengenalan jenis-jenis sampah, cara pemilahan, serta potensi pemanfaatan limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Masyarakat Desa Brayublandong turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, khususnya dalam proses pengumpulan bahan baku serta praktik pembuatan EcoBlock. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari upaya pengenalan metode pengolahan sampah yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan desa.

Program ini diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah plastik di lingkungan desa serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah secara lebih terencana. Pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block menjadi salah satu bentuk pengolahan sampah yang dapat mendukung upaya pengurangan pencemaran lingkungan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan program KKN sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa menerapkan pengetahuan akademik dalam bentuk edukasi dan praktik langsung yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan di tingkat desa. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu