Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Abi Umaroh, mahasiswa Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) UMS, berhasil meraih Mini Grant Award senilai Rp10 juta sekaligus dinobatkan sebagai peraih second-best paper dalam ajang Youth Climate Impact Fellowship (YCIF) 2025.
Abi mengangkat gagasan bertajuk “#SemarangTanpaSisa: Upaya Mengurangi Food Waste Kota Semarang”, yang menekankan pentingnya pengelolaan sampah organik terpadu.
Program ini mengombinasikan budidaya maggot, produksi ecoenzyme berbasis komunitas, dan pemanfaatan bioreaktor kapal selam untuk menghasilkan energi terbarukan serta memperkuat ekonomi sirkular di masyarakat.
“Ide ini muncul dari keprihatinan saya melihat kondisi TPA Jatibarang yang sudah kelebihan kapasitas. Sekitar 61 persen sampah yang masuk merupakan sisa makanan. Hal ini memotivasi saya untuk menghadirkan solusi nyata berbasis kolaborasi masyarakat dan generasi muda,” ungkap Abi, Selasa (4/11/2025).
Melalui program tersebut, Abi akan berkolaborasi dengan IPM Jawa Tengah dalam pemberdayaan pelajar dan mahasiswa agar mampu mengolah limbah makanan menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.
Dia berharap gerakan ini bisa menjadi proyek percontohan dalam perubahan perilaku pengelolaan sampah organik di kalangan generasi muda.
Program #SemarangTanpaSisa akan melibatkan 25 pelajar dan mahasiswa sebagai agen perubahan lingkungan. Inisiatif ini juga mendapat dukungan dari DLH Kota Semarang, DPRD Kota Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), serta Majelis Lingkungan Hidup PWM Jawa Tengah.
Abi menyampaikan apresiasi kepada Direktur CSIS dan YPM atas kepercayaan yang diberikan melalui hibah tersebut. “Dengan dukungan dana ini, kami ingin menciptakan dampak lingkungan yang signifikan, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.
Dia juga merasa bangga bisa berdiskusi dan bertukar ide dengan peserta lain dari berbagai daerah, seperti Medan, Denpasar, Kutai Timur, dan Semarang, dalam merancang program lingkungan berkelanjutan.
Kompetisi bergengsi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) bekerja sama dengan Yayasan Partisipasi Muda (YPM), dan berlangsung di Hotel Aston Pluit, Jakarta Utara, pada 26–29 Oktober 2025.
Ajang tersebut mempertemukan pemuda dari berbagai daerah untuk menciptakan inovasi dalam menghadapi isu perubahan iklim di Indonesia.
YCIF merupakan program kolaboratif antara CSIS dan YPM yang bertujuan memperkuat kapasitas generasi muda dalam kebijakan dan aksi iklim yang inklusif.
Peserta berasal dari empat wilayah, yakni Medan, Semarang, Kalimantan Timur, dan Bali. Kegiatannya mencakup workshop, policy hackathon, pitching competition, hingga pemberian Mini Grant Award untuk ide terbaik.
Setelah menerima hibah, Abi berencana menerapkan programnya di Kota Semarang melalui Sekolah Lingkungan IPM Jawa Tengah, disertai kampanye digital bertema lingkungan di tingkat provinsi.
Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan gerakan dan meningkatkan partisipasi generasi muda.
“Inisiatif #SemarangTanpaSisa diharapkan mampu menjadi model pengelolaan sampah organik berkelanjutan di Indonesia, serta memperkuat kontribusi mahasiswa UMS dalam menghadirkan inovasi lingkungan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Abi. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments