Inovasi berbasis teknologi kembali lahir dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta. Yuanda Eka Saputra menghadirkan solusi pendidikan berkelanjutan melalui program Edu Solar & IoT Hub, yang menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika tersebut mengembangkan sistem pembelajaran mandiri berbasis energi panel surya dan teknologi Internet of Things (IoT), yang memungkinkan kegiatan belajar tetap berjalan meskipun terbatas akses listrik dan internet.
“Konsepnya mengintegrasikan energi terbarukan dengan sistem digital adaptif. Dengan IoT, pembelajaran bisa dilakukan secara daring maupun luring,” jelas Yuanda.
Inovasi ini dirancang sebagai ekosistem pembelajaran terpadu. Selain menyediakan sumber energi mandiri, sistem juga dilengkapi platform berbasis web yang memungkinkan interaksi antara siswa dan pengajar.
Dengan konsep tersebut, Edu Solar & IoT Hub tidak hanya menjadi solusi energi, tetapi juga menjawab ketimpangan akses pendidikan di daerah terpencil.
“Teknologi harus mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat,” tambahnya.
Yuanda bersama timnya mengembangkan lima karya inovasi dengan pendekatan multidisiplin. Setiap anggota bertanggung jawab pada satu inovasi yang dikembangkan secara paralel.
Adapun tim terdiri dari:
- Yuanda Eka Saputra (Pendidikan Teknik Informatika)
- Nadhifa Najwa (Pendidikan Biologi)
- Taufiq Imansyah (Psikologi)
- Asterika Indah Nuraini (Ilmu Gizi)
- Jihan Nabila Ramadhani (Fisioterapi)
Meski menghadapi tantangan dalam pembagian waktu dan tenaga, kolaborasi lintas bidang justru memperkaya hasil inovasi.
Karya tersebut dipresentasikan dalam ajang Lomba Essay Tingkat Nasional 7 (LETIN 7) dan Forum Indonesia Muda 2 (FIM 2) yang diselenggarakan oleh Capai Cita di Universitas Janabadra pada 14–15 Februari 2026.
Hasilnya, tim berhasil meraih lima medali (emas, perak, dan perunggu) di berbagai kategori, meliputi teknologi, pangan, kesehatan, lingkungan, serta hukum dan sosial ekonomi.
Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Sukirman, memberikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Kami bangga atas inovasi yang dihasilkan. Ini membuktikan bahwa mahasiswa UMS mampu unggul secara akademik dan kreatif dalam berinovasi,” ujarnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis teknologi dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah 3T.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, mahasiswa UMS menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi motor perubahan menuju pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.





0 Tanggapan
Empty Comments