Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa Unmuh Jember Ajak Siswa MIM 2 Wuluhan Cegah Bullying dan Gunakan Gadget dengan Bijak

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa Unmuh Jember Ajak Siswa MIM 2 Wuluhan Cegah Bullying dan Gunakan Gadget dengan Bijak
Foto bersama setelah kegiatan sosialisasi. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Suasana siang hari di MI Muhammadiyah 2 Wuluhan, Jember pada Kamis (4/12/2025) tampak lebih hidup dari biasanya. Sebanyak 25 siswa terlihat antusias memenuhi kelas untuk mengikuti kegiatan sosialisasi yang dipandu oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember).

Mengusung tema “Anti-Bullying & Penggunaan Gadget dengan Bijak” dengan semboyan “Say No to Bullying, Say Yes to Smart Gadget Use”, kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa yang bekerja sama dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan.

MI Muhammadiyah 2 Wuluhan sebagai lembaga pendidikan dasar terus berkomitmen membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, Islami, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan era digital.

Kehadiran mahasiswa pengabdian diharapkan dapat memperkuat literasi moral dan digital para peserta didik.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai pengertian bullying. Para pemateri menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat muncul melalui ucapan, sikap mengucilkan, hingga perilaku di dunia digital.

Narasumber utama, Siti Rohanah, S.Pd.I, menegaskan bahwa bullying bukanlah bentuk candaan yang patut dinormalisasi.

“Bullying itu bukan sekadar bercanda. Selalu ada hati yang terluka,” ujarnya di hadapan para siswa.

Untuk memudahkan pemahaman, mahasiswa memaparkan situasi bullying melalui gambar ilustratif dan cerita-cerita ringan. Siswa kemudian diajak menebak apakah situasi tersebut termasuk tindakan bullying atau bukan.

Suasana kelas langsung menjadi hidup ketika banyak siswa berebut mengangkat tangan sambil menjawab dengan lantang. Interaksi seperti ini membuat materi terasa lebih dekat dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Selain mengenali bentuk-bentuk bullying, narasumber juga menekankan pentingnya keberanian untuk menghentikannya.

Para siswa diajak mengingat pesan sederhana namun kuat, yaitu berani berkata stop, tidak ikut-ikutan, dan segera melapor kepada guru apabila melihat teman diperlakukan dengan tidak baik. Pesan ini diulang beberapa kali agar tertanam kuat dalam ingatan mereka.

Memasuki sesi kedua, kegiatan beralih pada materi tentang penggunaan gadget secara bijak. Siswa diajak berdiskusi mengenai kebiasaan mereka saat menggunakan gawai. Mulai dari menonton video, bermain game, hingga berfoto, semuanya menjadi pintu masuk untuk memahami pentingnya menjaga diri di ruang digital.

Siti Rohanah menjelaskan bahwa gadget bukanlah sesuatu yang harus dihindari, tetapi perlu digunakan dengan penuh tanggung jawab.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Gadget itu seperti pisau, jika digunakan dengan benar, bermanfaat. Namun bila disalahgunakan, bisa membahayakan,” tegasnya.

Agar kegiatan tidak terasa monoton, mahasiswa mengajak siswa bermain berbagai permainan edukatif yang mencairkan suasana. Ada permainan tanya jawab cepat, kuis singkat, hingga aktivitas bergerak yang membuat siswa berpindah tempat sesuai jawaban mereka.

Tawa, sorak-sorai, dan tepuk tangan memenuhi ruangan. Selain membuat siswa lebih bersemangat, permainan tersebut juga membantu menanamkan nilai empati, keberanian, dan kedisiplinan dalam menggunakan teknologi.

Guru-guru MI Muhammadiyah 2 Wuluhan menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini.

Salah satu guru pendamping, Nahrowi, S.Pd., menyatakan bahwa edukasi seperti ini sangat membantu pihak sekolah dalam mencegah dan menangani perilaku bullying.

“Anak-anak zaman sekarang sangat dekat dengan teknologi. Mereka bukan hanya butuh aturan, tetapi juga pemahaman dan pendampingan. Kehadiran para mahasiswa sangat membantu,” tuturnya.

Bagi siswa, kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana menjadi teman yang baik, cara merespons bullying, serta cara memanfaatkan gadget sebagai alat belajar, bukan sebagai sumber masalah.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk mempraktikkan nilai dakwah, edukasi, dan pelayanan sosial yang sejalan dengan visi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Di akhir acara, para mahasiswa berharap seluruh peserta dapat menerapkan pembelajaran yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak untuk terus menyebarkan kebaikan, menjaga teman, dan menggunakan gadget dengan lebih bijak.

Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Islam berkemajuan yang digaungkan Muhammadiyah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡