Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Madiun Gelar Diseminasi Hasil Diksuspim PWM Jatim

Iklan Landscape Smamda
Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Madiun Gelar Diseminasi Hasil Diksuspim PWM Jatim
pwmu.co -
Acara diseminasi Diksuspim Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur yang dilakukan PDM Kota Madiun, Jumat (18/7/2025). (Pujoko/PWMU.CO)

PWMU.CO – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun melaksanakan diseminasi hasil Pendidikan Khusus Pimpinan (Diksuspim) Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang telah digelar di Surabaya pada 11–13 Juli 2025.

Diseminasi menurut KBBI adalah penyebarluasan ide, gagasan, dan sebagainya. Agenda ini dilaksanakan pada Jumat (18/7/2025), bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Kota Madiun. Diseminasi kali ini diikuti oleh para kepala sekolah, jajaran Majelis Dikdasmen dan PNF, serta pengelola amal usaha Muhammadiyah di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Kota Madiun.

Sekretaris PDM Kota Madiun, Suyono MPd, menjelaskan bahwa diseminasi ini tidak sekadar menyampaikan ulang materi dari kegiatan Diksuspim, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan konsolidasi gerakan pendidikan Muhammadiyah di Kota Madiun.

“Peserta diajak untuk mengevaluasi sistem tata kelola sekolah, memperkuat budaya mutu, dan memperjelas arah gerakan pendidikan berbasis ideologi Muhammadiyah yang mencerahkan,” terang Suyono yang menjadi peserta Diksuspim PWM Jawa Timur tersebut.

Salah satu hal yang ditekankan dalam diseminasi adalah pentingnya sekolah Muhammadiyah untuk tidak terjebak dalam rutinitas administratif semata. Sekolah harus mulai berani berinovasi, memperkuat pelayanan kepada peserta didik, dan meneguhkan jati diri sebagai sekolah Islam yang unggul dan berkemajuan.

Perubahan sebagai Keniscayaan

Dalam pemaparannya, Suyono menyampaikan bahwa perubahan di lingkungan sekolah Muhammadiyah adalah sebuah keniscayaan. Perubahan itu, menurutnya, harus dimulai dari perubahan pola pikir pengelola sekolah.

“Perubahan sekolah Muhammadiyah tidak bisa ditunda. Sekolah tidak cukup hanya berjalan, tetapi harus berlari mengikuti perkembangan zaman. Mulai dari cara berpikir pimpinan, guru, hingga peserta didik. Sekolah Muhammadiyah tidak boleh hanya bangga dengan sejarah, tapi harus siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, harus tumbuh kesadaran bahwa sekolah Muhammadiyah tidak boleh sekadar bertahan, tetapi harus bertumbuh dan tampil sebagai pelopor.

“Komitmen yang perlu dimunculkan adalah menjadi sekolah yang relevan, responsif, dan membawa semangat tajdid dalam pendidikan,” tambahnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Menyatukan Visi Perubahan

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Madiun, Eli Inayah, menegaskan bahwa diseminasi ini merupakan bagian dari komitmen untuk mentransformasikan pendidikan Muhammadiyah agar lebih maju dan relevan dengan tantangan zaman.

Ia berharap kegiatan ini dapat menggugah kesadaran sekolah Muhammadiyah untuk membangun budaya yang dinamis dan progresif.

“Ini menjadi semacam pengingat bahwa sekolah Muhammadiyah harus terus bergerak dan tidak boleh terlena,” kata Eli Inayah.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa diseminasi ini merupakan momentum strategis untuk menyatukan visi perubahan di seluruh jenjang pendidikan Muhammadiyah di Kota Madiun.

“Kami melihat diseminasi ini sebagai titik awal konsolidasi perubahan. Dari SD hingga SMA, kita harus satu semangat: membangun sekolah Muhammadiyah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Perubahan itu tidak bisa ditunda, dan dimulai dari diri sendiri sekarang juga,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan penyusunan langkah tindak lanjut di masing-masing satuan pendidikan. Semua peserta sepakat bahwa perubahan adalah tanggung jawab kolektif, dan dimulai dari perubahan diri sendiri. (*)

Penulis Pujoko Editor M Tanwirul Huda

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡