Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar Teacher Development Training Muhammadiyah International Class Orientation (M-ICO) di SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), Kamis–Jumat (8–9/1/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Enhancing Pedagogical Practice Through Edu Tech Integration and Objective Marketing for Fair, Consistent, and High-Quality Assessment” ini berlangsung di Ruang Demokrasi lantai 2 Smamita. Sebanyak 30 guru Bahasa Inggris kelas M-ICO dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas dan penguatan profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan pendidikan global.
Sejumlah pemateri berpengalaman turut dihadirkan, di antaranya Any Sulianti (Senior Regional Account Director Indonesia), Christine Hoe (Regional Director Southeast Asia), Keith Tang (Head of Technology and Office Manager Indonesia), serta Desy Yovitaningsih (Regional Academic Manager Indonesia).
Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Khozin, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan bagi sekolah-sekolah yang tergabung dalam Muhammadiyah International Class Orientation (M-ICO) bekerja sama dengan ACT Education Solutions dari Amerika Serikat.
“Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kompetensi Bahasa Inggris siswa di tingkat SMP dan SMA. Program teacher training ini dilaksanakan setiap Januari dan sejatinya telah berjalan sejak lama,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap kelas M-ICO menunjukkan bahwa program tersebut sangat dibutuhkan. Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris kini menjadi keharusan untuk meningkatkan kapasitas dan meng-upgrade kompetensi guru.
“Tuntutan mengajar pada program GAC Teacher memang lebih berat. Tidak sedikit guru yang akhirnya menyerah. Melalui teacher training ini, kami berharap kompetensi Bahasa Inggris guru dapat terus meningkat,” jelasnya.
Prof. Khozin juga menilai bahwa tanpa kerja sama internasional, belum tentu semua sekolah memiliki inisiatif untuk mengembangkan program serupa. Oleh karena itu, Majelis Dikdasmen-PNF mewadahi sekolah-sekolah agar dapat bergabung dalam program yang bisa diikuti bersama oleh para guru Bahasa Inggris.
Terkait tuan rumah kegiatan, Prof. Khozin menyebut SMA Muhammadiyah 1 Taman sebagai sekolah unggulan dan favorit. Dengan dukungan jajaran pimpinan dan pendidik muda, ia optimistis Smamita akan terus berkembang pesat dan semakin dipercaya masyarakat.
“Saya berharap Smamita terus menjadi sekolah Muhammadiyah pilihan di Jawa Timur. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dari awal hingga akhir,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Prof. Khozin juga menyampaikan harapan agar para guru Bahasa Inggris Muhammadiyah kelak memiliki kesempatan menimba pengalaman ke luar negeri sebagai bagian dari penguatan wawasan global, yang dibarengi dengan doa dan usaha.
Sementara itu, Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman, Edwin Yogi Laayrananta, M.IKom., menyampaikan bahwa Teacher Development Training merupakan agenda rutin Majelis Dikdasmen-PNF PWM Jawa Timur yang kali ini dilaksanakan di Smamita.
“Guru Smamita harus siap menjadi pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap teguh memegang nilai-nilai Muhammadiyah sebagai landasan karakter,” ujarnya.
Pelatihan yang diikuti perwakilan guru Bahasa Inggris se-Jawa Timur ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pedagogik, penguasaan metodologi pembelajaran inovatif, serta integrasi nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dalam proses belajar mengajar. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments