Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Majelis Tabligh PCM Kenjeran Gelar Kajian Ahad Pagi, Angkat Spirit Sosial Ahmad Dahlan

Iklan Landscape Smamda
Majelis Tabligh PCM Kenjeran Gelar Kajian Ahad Pagi, Angkat Spirit Sosial Ahmad Dahlan
M Arif'an anggota MPKS PP dan tenaga ahli mentri desa dan pembangunan daerah tertinggal. (Fu'adah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran kembali menggelar Kajian Ahad Pagi dengan menghadirkan narasumber M. Arif’an, Tenaga Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diawali dengan penampilan siswa TK Aisyiyah 55, TPA Masjid Al-Mukminun, serta prosesi pelantikan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bulak Banteng Wetan, Ahad (16/11/2025).

Ketua PCM Kenjeran, Ali Fauzi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan dakwah dan syiar masjid-masjid Muhammadiyah di wilayah Kenjeran menunjukkan tren yang menggembirakan.

Meski demikian, ia menilai masih ada pekerjaan rumah, khususnya terkait optimalisasi dakwah di Masjid Al-Ma’arif.

“Masjid tidak cukup hanya besar di wilayahnya saja. Dakwah dianggap berhasil bila mampu meluas dan memberi manfaat lebih jauh,” tegasnya.

Ali Fauzi juga menyoroti perkembangan amal usaha pendidikan Muhammadiyah di Kenjeran. Ia bersyukur karena TK Aisyiyah 55 semakin diminati masyarakat.

Sementara itu, MI Muhammadiyah 25 telah menutup masa pendaftaran SPMB tahun ajaran 2026-2027 dengan baik, dan SMPM 15 terus melakukan pengembangan sarpras berupa pembangunan gedung empat lantai.

Menjelang puncak Milad Muhammadiyah, ia mengajak seluruh warga persyarikatan untuk turut menyemarakkan acara dengan target minimal 200 peserta dari setiap cabang, dengan dress code warna hijau.

Ajak Jamaah Hidupkan Spirit Sosial KH. Ahmad Dahlan

Dalam kajiannya, M. Arif’an mengangkat tema besar tentang sosial dengan menekankan pentingnya sikap loman (dermawan), sebagaimana diajarkan KH. Ahmad Dahlan.

“Spirit KH. Ahmad Dahlan adalah menggerakkan santrinya untuk peduli sosial dan suka berderma. Realitas saat ini masih banyak masyarakat miskin, menganggur, dan kelaparan. Di sinilah peduli sosial harus digerakkan, bukan hanya menyentuh hati, tapi juga memenuhi kebutuhan fisik mereka,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa warga dan pimpinan Muhammadiyah tidak boleh cepat puas dalam berdakwah. Dakwah harus terus berkembang dan mencari jamaah sebanyak mungkin.

“Gen Muhammadiyah itu harus loman. Jika ada pemimpin Muhammadiyah tidak loman, jangan dipilih,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Arif’an turut menyoroti 12 atensi sosial Kementerian Sosial, di antaranya anak rentan, difabel, lansia terlantar, fakir miskin, korban bencana, korban kekerasan, hingga perempuan rentan.

Ia mendorong jamaah untuk mulai membantu sesuai kemampuan masing-masing. “Do what you can do,” pesannya.

Ia juga menjelaskan bahwa anak yatim dapat diajukan untuk mendapat beasiswa YAPI melalui LKSA terdekat di PCM sebagai bentuk kepedulian sosial.

Catatan Sosial dan Nilai Dakwah yang Mencerahkan

M. Arif’an turut memaparkan hasil survei lembaga internasional mengenai kebiasaan masyarakat Indonesia—mulai dari perilaku konsumtif, banyak menyisakan makanan, hingga tingginya produksi sampah. Temuan ini, menurutnya, harus menjadi introspeksi bagi umat.

“Dalam dakwah, jangan hanya menjustifikasi dan membid’ahkan orang. Muhammadiyah harus menjadi gerakan yang dirindukan, dakwahnya mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, mencari solusi bukan mencaci maki,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya memberi, meneladani sahabat Umar bin Khattab yang setiap subuh membagikan gandum kepada rakyatnya. “Memberi lebih baik daripada menerima,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan ajakan untuk menjadikan milad Muhammadiyah sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan memperbaiki kualitas dakwah yang mencerahkan. “Aisyiyah yang baik adalah yang dirindukan kehadirannya,” pungkas Arif’an. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu