Tidak bisa dipungkiri, Hari Idul Fitri di kalangan kita identik dengan serba baru. Pakaian baru, mukena baru, sandal baru. Semua baru.
Mereka berlomba-lomba menggunakan pakaian baru yang dibelinya, bahkan sibuk mencari jauh-jauh hari agar mendapatkan diskon besar-besaran.
Padahal pada dasarnya hari Id bukan tentang itu, hari Id yang sesungguhnya adalah bertambah ketaatan kita dalam menjalankan perintah-perintah-Nya. Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu dalil berikut ini.
Makna Hakiki Hari Raya
لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ وَلـٰكِنَّ الْعِيْدَ لِمَنْ طَاعَتُهُ تَزِيْد
Artinya: bukanlah Hari Raya (Idul Fitri) bagi orang yang menggunakan baju baru. Akan tetapi hari raya (Idul Fitri) adalah bagi siapa yang bertambah ketaatannya, melainkan hari Id adalah bertambahnya ketaatannya.
Dijelaskan dalam riwayat yang lain sebagai penguat makna tersebut.
وَلَيْسَ العِيدُ لِمَنْ لَبِسَ الجَدِيدَ، إِنَّمَا العِيدُ لِمَنْ خَافَ يَوْمَ الوَعِيد
Bukanlah hari raya (Idul Fitri) bagi siapa yang memakai pakaian baru. Sesungguhnya hari raya itu adalah bagi siapa yang takut akan hari pembalasan kelak di akhirat.
Filosofi Lebaran dalam Tradisi Jawa
Hari raya atau lebaran dalam tradisi Jawa bukan sekadar maaf-maafan saja, melainkan disimbolkan dengan beberapa makna berikut ini.
Lebaran : makna lebaran dalam bahasa Jawa artinya telah selesai. Maksudnya adalah telah selesai puasa Ramadan dan pengampunan terbuka lebar.
Luberan (Melimpah) : Hari raya identik dengan THR (Tunjangan Hari Raya) dan orang-orang juga saling berbagi di hari lebaran karena rezeki yang didapatkan begitu banyak.
Leburan (Melebur Dosa) : Dalam momen hari raya ini, orang-orang akan berbondong-bondong datang dari rumah ke rumah (sungkeman). Tujuannya cuma satu, yaitu meminta maaf atas kesalahan yang pernah diperbuatnya sehingga dari saling memaafkan itu mereka kembali fitrah atau suci dari dosa-dosa.
Laburan (Menjernihkan Hati) : Berasal dari kata labur (kapur putih), dalam artian hari raya ini hati semua manusia kembali suci karena sesama manusia mereka saling memaafkan, dan semua dosa-dosa yang telah diperbuat diampuni oleh Allah.





0 Tanggapan
Empty Comments