Kebersamaan tidak selalu lahir dari forum resmi maupun diskusi panjang. Terkadang, ia justru tumbuh dari tawa, permainan sederhana, dan interaksi yang hangat serta tulus. Berangkat dari semangat tersebut, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Paciran, Kabupaten Lamongan menyelenggarakan kegiatan Malam Keakraban (Makrab) selama dua hari, Kamis-Jumat (12-13/2/2026), sebagai upaya mempertemukan para kader dalam suasana yang akrab, hangat, dan penuh makna.
Makrab ini mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Meneguhkan Pergerakan” yang dimaknai sebagai ikhtiar membangun ikatan batin antarmahasiswa sebelum melangkah lebih jauh dalam agenda pergerakan. Melalui suasana yang cair dan inklusif, para peserta diajak untuk saling mengenal, memahami karakter satu sama lain, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi.
Ketua Panitia, Ziyatul Makrifah, menegaskan bahwa Makrab bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang awal untuk menyatukan semangat kolektif. Menurutnya, hubungan yang solid antar kader menjadi modal utama dalam membangun organisasi yang hidup, progresif, dan berdampak.
“Kami berharap Makrab ini menjadi langkah awal untuk mempererat kebersamaan serta menguatkan pergerakan mahasiswa STAIM sebagai sebuah ikatan yang mampu memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Mashito Rahmania dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa nilai utama dari Makrab terletak pada proses kebersamaan yang tercipta selama kegiatan berlangsung.
“Saya sangat berharap kita mampu mengambil makna dari Makrab ini. Forum kebersamaan, canda tawa, dan berbagai kegiatan menarik yang kita jalani bersama harus menjadi fondasi solidaritas awal menuju pergerakan yang berdampak,” ungkapnya.
Menariknya, kegiatan Makrab PK IMM STAIM Paciran dikemas jauh dari kesan formal dan kaku. Beragam aktivitas ringan namun sarat makna menjadi bagian penting dalam rangkaian acara. Para peserta diajak mengikuti berbagai permainan dan lomba ice breaking yang menguji kekompakan, kemudian dilanjutkan dengan nonton bareng (nobar) sebagai ruang refleksi bersama.
Suasana kian hangat saat seluruh peserta menikmati waktu bersantai di pantai, memasak bersama, senam, hingga berbagi momen kebersamaan di malam hari dengan menyalakan lilin bertuliskan IMM.
Rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan suasana akrab yang penuh tawa, sekaligus memperkuat hubungan emosional antar peserta. Melalui pendekatan yang santai dan menyenangkan, Makrab ini membuktikan bahwa proses kaderisasi dan penguatan organisasi dapat berjalan beriringan dengan kebahagiaan dan kebersamaan.
Dengan terselenggaranya Makrab ini, PK IMM STAIM Paciran berharap semangat kekeluargaan yang terbangun tidak berhenti pada kegiatan semata, tetapi terus berlanjut dalam kerja-kerja organisasi dan pergerakan mahasiswa ke depan, demi menghadirkan IMM yang lebih solid, progresif, dan berdampak bagi lingkungan sekitar. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments