Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Manfaatkan Augmentarium, Ini Cara Baru Himagro UMM Bantu Petani Jeruk Lawan Hama

Iklan Landscape Smamda
Manfaatkan Augmentarium, Ini Cara Baru Himagro UMM Bantu Petani Jeruk Lawan Hama
PPK Ormawa Himagro UMM adakan sosialisasi identifikasi lalat buah di Desa Bocek (Annisa Nur Ramadhan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar sosialisasi dan pelatihan identifikasi lalat buah pada tanaman jeruk di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang berlangsung di Kelompok Tani Tri Rejeki ini diikuti 26 peserta, mulai dari kelompok tani, perangkat desa, penyuluh BPP, hingga masyarakat umum.

Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam mengenali gejala serangan, memahami siklus hidup, dan mempraktikkan metode monitoring lalat buah (Bactrocera spp.) yang menjadi hama utama jeruk di wilayah tersebut.

Materi disampaikan oleh dosen Agroteknologi UMM, Ilmam Zul Fahmi SP MSc bersama mahasiswa PPK Ormawa. Peserta juga mendapat pengalaman praktik identifikasi langsung di kebun jeruk dengan memasang perangkap metil eugenol dan mengamati buah yang terserang.

Sebagai bentuk inovasi, tim memperkenalkan teknologi Augmentarium berbasis IoT 5.0, yaitu sistem digital untuk konservasi musuh alami, khususnya parasitoid.

Teknologi ini memanfaatkan buah jeruk busuk sebagai media pengembangbiakan parasitoid yang nantinya berperan sebagai agen pengendali alami populasi lalat buah.

Kehadiran Augmentarium menjadi terobosan penting karena tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap insektisida kimia, tetapi juga meningkatkan efektivitas pengendalian hama secara presisi dan ramah lingkungan.

PPK Ormawa Himagro UMM foto bersama (Annisa Nur Ramadhan/PWMU.CO)
PPK Ormawa Himagro UMM foto bersama (Annisa Nur Ramadhan/PWMU.CO)

Apresiasi Kelompok Tani

Ketua Kelompok Tani Tri Rejeki, Supriyono, mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Menurutnya, identifikasi merupakan langkah awal yang penting dalam sistem pengendalian presisi. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi pemicu kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, petani, dan pemerintah desa.

Senada dengan itu, Harianto, selaku Pengawas Pertanian Lapangan, menegaskan pentingnya keberlanjutan kegiatan semacam ini.

Ia menekankan bahwa jika para petani dapat menerapkan ilmu yang diperoleh secara konsisten, maka pendapatan mereka akan meningkat dan risiko serangan lalat buah yang selama ini menjadi momok utama dapat ditekan secara signifikan.

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–17.00 WIB ditutup dengan sesi tanya jawab serta penyusunan tindak lanjut berupa pendampingan dan evaluasi monitoring. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, pemahaman peserta meningkat hingga 20%.

PPK Ormawa merupakan program Kemendikbudristek yang mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis organisasi mahasiswa.

Desa Bocek dipilih karena potensinya sebagai sentra jeruk sekaligus komitmen warganya dalam mendukung praktik pertanian ramah lingkungan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu