Allah telah menciptakan manusia dengan sempurna. Dan, tidak ada satu pun yang Allah ciptakan dengan sia-sia dan main-main. Ini sebagaimana Allah jelaskan dalam firman-Nya,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ
laqod kholaqnal-ingsaana fiii ahsani taqwiim
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” (QS. At-Tin 95: Ayat 4)
Dalam ayat lainnya Allah berfirman, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ
a fa hasibtum annamaa kholaqnaakum ‘abasaw wa annakum ilainaa laa turja’uun
“Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 115)
Kesempurnaan kita sebagai manusia harus disyukuri. Salah satu bentuk kesyukuran tersebut adalah kita harus beribadah kepada Allah dan menjalankan ajaran-Nya. Allah berfirman,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
wa maa kholaqtul-jinna wal-ingsa illaa liya’buduun
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)
Beribadah dalam konteks ini tidak hanya beribadah secara vertikal kepada Allah, tapi juga harus mengamalkan ajaran Rasul-Nya yang meliputi berbuat baik dengan sesama manusia.
Hal ini sebagaimana Rasulullah sabdakan: ”Jauhilah apa-apa yang dilarang, niscaya engkau menjadi manusia yang paling beribadah, terimalah apa-apa yang ditentukan Allah bagimu, niscaya engkau sekaya-kaya manusia, berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya engkau seorang Mukmin, dan kasihilah manusia apa yang engkau kasihi buat dirimu, niscaya engkau seorang Muslim.” (HR Ahmad dari Abu Hurairah).
Hadis tersebut di atas menjelaskan langkah-langkah yang harus kita lakukan agar kita dapat mencapai manusia yang paripurna.
Maksudnya, kita tidak hanya memiliki bentuk yang sebaik-baiknya sebagaimana Allah ciptakan, tapi kita pun memiliki keimanan dan saleh secara pribadi maupun sosial.
Sedikitnya ada tiga langkah agar kita menjadi manusia yang paripurna. Pertama, kesungguhan dalam menjalankan semua perintah-Nya dan berusaha seoptimal mungkin untuk menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. Jika kita melakukan ini, maka kita termasuk golongan orang-orang yang paling beribadah.
Kesungguhan dalam menjalankan semua perintah-Nya akan bernilai di hadapan Allah jika dibarengi dengan keikhlasan.
Allah SWT berfirman: ”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS 98: 5).
Kedua, bersyukur atas karunia yang Allah berikan. Kesyukuran ini akan membawa kita memiliki sifat yang selalu berpikir positif atas ketentuan yang telah Allah gariskan. Dan, kesyukuran pun akan membawa kita memiliki kelapangan dada dan kesabaran. Inilah, sebagaimana hadis di atas, jalan menjadi manusia yang paling kaya.
Ketiga, berbuat baik dan mengasihi sesama. Berbuat baik dan mengasihi manusia merupakan indikator kesempurnaan iman.
Rasulullah saw bersabda, ”Tidak sempurna iman seseorang sehingga dia mengasihi saudaranya, sebagaimana ia mengasihi dirinya.”
Bahkan, dalam riwayat yang lain dijelaskan bahwa salah satu golongan yang tidak akan dipandang oleh Allah pada hari kiamat nanti adalah orang yang jahat terhadap tetangganya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments