Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Masalah Sampah, Pimpinan Pesantren Al-Ishlah Dipaksa ‘Turun Gunung’

Iklan Landscape Smamda
Masalah Sampah, Pimpinan Pesantren Al-Ishlah Dipaksa ‘Turun Gunung’
Pimpinan pesantren Al-Ishlah tinjau lokasi tempat sampah di pojok wisma guru. Foto: Azam/PWMU.CO
pwmu.co -

Masalah di lembaga pendidikan seperti pesantren tak hanya berkutat pada persoalan pendidikan dan pengasuhan santri. Sampah di lingkungan santri pun menjadi perhatian dan membutuhkan penanganan serius. Jika tidak, akan berdampak pada lingkungan santri dan komunitas di pesantren tersebut.

Sampah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan, Jawa Timur, sedang menjadi topik musyawarah dalam minggu ini. Tak selesai dalam sidang grup WhatsApp (daring), Dewan Pengurus Pesantren Al-Ishlah (DPPI) dipaksa terjun langsung ke lokasi (luring) guna menentukan lokasi tempat sampah yang tepat dan tidak berdampak pada lingkungan sekitar, Senin (9/2/2026).

Tak biasanya pimpinan pesantren berjumlah sekitar 2.000 santri ini berkeliling di lingkungan pesantren. Aksi tak lazim ini sempat membuat sebagian santri kaget dan bertanya-tanya, ada kegiatan apa hingga kiai bersama pimpinan lain hadir bergerombol di setiap sudut pesantren.

Kunjungan “turun gunung” tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Al-Ishlah H Ahmad Tohir. Tampak hadir Pengasuh (Mudir) Ponpes Al-Ishlah, Drs. KH. Muhammad Dawam Saleh bersama Wakil Mudir sekaligus Ketua STIQSI Lamongan, Drs. KH. Agus Salim Syukran, M.Pd.I., Kamad MA Al-Ishlah Muhammad Arromuharmuzi, M.Pd.I., Kamad Madin Al-Ishlah H Abdul Kholiq, Kepala Klinik Al-Ishlah, dr. Rosydina RQ, M.Kes., Sekretaris DPPI Azzam Mushofa, Lc., dan Bidang Sosial Yusuf Abidin SQ. SHI.

“Relokasi tempat sampah yang saat ini di timur lapangan sepak bola Maidanul Ma’had (MM) harus segera ditentukan tempatnya, mengingat tempat itu akan dibangun aula bantuan Pemprov Jatim,” ucap Ustaz Tohir mengawali diskusi sore itu.

“Lebih realistis ayo kita lihat langsung ke lokasi rencana tempat sampah di barat daya pondok (belakang wisma guru), lanjut ke barat laut di pojok Klinik Al-Ishlah, dan melihat lokasi sampah sekarang di pojok timur laut dari asrama serta sudut tenggara pondok untuk melihat lokasi di sana,” ajak Ustaz Tohir.

Ustaz Agus Salim berpendapat lokasi tempat sampah harus jauh dari lingkungan santri dan permukiman penduduk. Kendati sampah di pondok diangkut truk setiap hari, tetap perlu antisipasi agar tidak menggunung dan menimbulkan persoalan lingkungan.

dr. Dina juga sependapat. Jika tidak ada tempat lain, maka tempat sampah pondok harus dibangun di luar pesantren meskipun harus mengatur teknis pengangkutan oleh tenaga khusus non-santri.

Usai peninjauan lokasi tempat sampah, musyawarah pimpinan pesantren berlanjut di kediaman keluarga kiai. Meskipun Kiai Dawam sedang menjalankan puasa sunah hari itu, ia tampak menikmati kebersamaan pimpinan pesantren dan meminta istrinya, Dra. Hj Muthmainah, menghidangkan beberapa suguhan berupa teh hangat didampingi kacang rebus dan aneka gorengan. Musyawarah berjalan lancar dan ditutup pukul 17.30 WIB. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu