Masjid Muhammadiyah diharapkan tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat lahirnya gerakan intelektual, ekonomi jamaah, dan dakwah digital yang mencerdaskan umat.
Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal menegaskan hal itu dalam Konsolidasi Akbar Dakwah Muhammadiyah yang diselenggarakan secara daring. Selasa (14/10/2025).
Fathurrahman menekankan pentingnya reorientasi dan revitalisasi masjid Muhammadiyah agar berfungsi sebagai pusat pergerakan umat.
Dia menegaskan, masjid harus melahirkan generasi cerdas dan bersih jiwanya, karena kemajuan tanpa kesucian jiwa akan kehilangan arah.
Masjid perlu bertransformasi menjadi laboratorium spiritual dan intelektual yang menggabungkan program kajian keislaman terstruktur, pengembangan ekonomi jamaah, penerapan digitalisasi dakwah, serta integrasi dengan Lazismu.
Dalam bidang peningkatan kapasitas, Majelis Tabligh tengah memperkuat program diklat dan upgrading muballigh berbasis masjid. Fathurrahman mendorong agar setiap masjid memiliki kader muda yang menjadi pasukan dakwah digital.
Melalui sistem Connecting Tabligh yang sedang dikembangkan, Muhammadiyah akan memiliki peta nasional mubalig, masjid, dan aktivitas dakwah berbasis data, bukan sekadar spontanitas.
Majelis Tabligh mendorong pengembangan koperasi syariah jamaah, program ketahanan pangan, dan inisiatif sosial berbasis masjid, termasuk ruang ramah anak dan milenial serta coworking space bagi generasi muda.
“Masjid harus hadir dalam kesulitan masyarakat, menjadi oase spiritual dan sosial bagi umat,” katanya.
Agenda sebagai persiapan menuju Rakernas II Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini juga membahas kesejahteraan mubalig Muhammadiyah. Saat ini Majelis Tabligh PP sedang menyiapkan sistem evaluasi, pelaporan, dan penghargaan bagi mubalig. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments