Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mau Hidup Bahagia? Lakukan 10 Langkah Ini

Iklan Landscape Smamda
Mau Hidup Bahagia? Lakukan 10 Langkah Ini
pwmu.co -
Ustadz Taufiqurahman memberi tausiah dalam Pengajian Keluarga Sakinah (Fikri/PWMU.CO)

PWMU.CO Suasana Mushalla Al Hadi, Jalan Lasem Barat 43 Surabaya, tampak berbeda dari biasanya. Ratusan hadirin Pengajian Keluarga Sakinah PCM Krembangan, Surabaya datang menyimak tausiah Dr Taufiqurrahman MAg. Acara yang berlangsung Ahad (6/7/2025) ini bertema Bahagia Itu Apa yang Dirasakan, Bukan Apa yang Dilihat.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo itu mengawali kajian dengan keutamaan mengaji. Mengaji, dalam hal ini menuntut ilmu, memiliki empat manfaat. Manfaatnya adalah dikelilingi malaikat yang mendoakan, Allah menurunkan rahmat-Nya, hati menjadi tenang, dan akan diingat Allah. Dengan menuntut ilmu, seorang hamba akan dimudahkan masuk surga serta bertambah ilmu, iman, dan amalnya.

Setiap orang berhak bahagia. Bahagia itu pilihan hidup. Dua kalimat itulah yang ditegaskan kepada hadirin. “Bahagia itu pilihan kita. Kita yang menciptakan. Bahagia tidak tergantung orang lain,” imbuhnya.

Ada sebuah hadis yang berarti, “Ingatlah, dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh; dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, bahwa segumpal daging itu adalah hati (qolbun).”

Dari hadis itu diketahui bahwa hati merupakan tempat kebahagiaan. Tidak selalu yang dilihat menyenangkan memang benar-benar menyenangkan.

Dalam kajian ini dipaparkan tiga cara bahagia yang bersumber dari Al-Qur’an dan tujuh cara yang berasal dari Ali bin Abi Thalib. Dalam Surah Al-A‘la ayat ke-14 dan 15, Allah berfirman yang artinya, “Sungguh, beruntung orang yang menyucikan diri (dari kekafiran) dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.”

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Dari ayat tersebut terdapat tiga cara bahagia. Pertama, membersihkan hati. Kedua, mengingat Allah. Ketiga, salat dan berdoa. “Selama hati kotor, jangan harap ada kebahagiaan dalam diri,” tegasnya.

Dalam kehidupan seorang hamba, jangan pernah iri, dengki, dan dendam. Iri adalah tidak suka melihat orang lain senang. Dengki adalah berusaha memiliki kesenangan orang lain. Dendam merupakan keinginan sangat kuat menyakiti orang lain bila ada kesempatan.

Sifat dengki dapat menghapus kebaikan. Rasulullah Saw bersabda yang artinya, “Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.”

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡