Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tabanan, Bali, sejak Rabu (10/9/2025), memicu banjir di sejumlah titik pemukiman warga. Genangan air tidak hanya merendam rumah, tetapi juga memaksa ratusan jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Tabanan langsung bergerak cepat.
Tim relawan MDMC bersama Lazismu turun ke lapangan untuk melakukan asesmen awal, membuka pos koordinasi, serta menggerakkan relawan dalam membantu masyarakat terdampak.
Berdasarkan asesmen MDMC di lapangan, banjir melanda beberapa titik di antaranya Perumahan Panorama di Desa Banjar Anyar, Perumahan Kembang Pajar Banjar Sema, Perumahan Batu Sangyang di Desa Gubug, serta Banjar Griya Multi Jadi.
Sedikitnya 72 kepala keluarga atau 369 jiwa terdampak, dengan sebagian di antaranya harus mengungsi ke rumah kerabat, sekolah, maupun balai banjar.
Air yang masuk ke rumah warga menyebabkan kerusakan pada perabotan, mengganggu aktivitas sehari-hari, dan menimbulkan rasa cemas terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Sejak hari pertama, tim MDMC Kabupaten Tabanan tidak hanya melakukan pendataan kebutuhan darurat, tetapi juga langsung membersihkan area terdampak banjir bersama masyarakat.
Dalam asesmen cepat, sejumlah kebutuhan mendesak warga teridentifikasi, antara lain alat kebersihan untuk membersihkan rumah dan lingkungan, makanan siap saji, selimut dan kasur lipat, perlengkapan anak-anak, safety kit bagi relawan.
“Respons cepat ini merupakan wujud nyata komitmen Muhammadiyah untuk hadir di tengah masyarakat saat bencana terjadi, tidak hanya pada fase tanggap darurat tetapi juga hingga pemulihan pascabencana,” tegas Budi Santoso, S.Psi., M.KM., Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah.
MDMC bersama relawan Muhammadiyah juga tengah mempersiapkan aksi lanjutan berupa distribusi bantuan makanan di empat titik terdampak, penyaluran pakaian layak pakai, serta pendirian dapur umum bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat.
Di sisi lain, Lazismu membuka ruang solidaritas dengan menggalang dana dan donasi logistik dari masyarakat luas. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan penyintas serta memperkuat proses pemulihan kehidupan warga yang terdampak banjir.
Banjir di Tabanan kembali menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang kapan saja. Di tengah situasi darurat tersebut, kehadiran MDMC dengan respon cepatnya memberikan rasa aman bagi warga yang terdampak.
Komitmen Muhammadiyah dalam kerja-kerja kemanusiaan tidak hanya berhenti pada penanganan darurat, tetapi juga terus berlanjut pada fase pemulihan agar masyarakat dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments