Sorak bahagia dan rasa haru menyelimuti panggung Me-Confest 2025 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Ahad (30/11/2025), ketika nama SD Muhammadiyah 2 (SD Muda) Pendil Probolinggo diumumkan sebagai peraih Special Award 2 kategori Film Pendek.
Para siswa pendamping, guru, serta rombongan dari SD Muda Pendil yang hadir di lokasi tak mampu menahan kegembiraan. Tangis haru dan pelukan spontan menyatu menjadi satu momen bersejarah yang sulit dilupakan.
Karya film pendek berjudul Jejak Sang Pencerah Cilik menjadi magnet perhatian dewan juri karena pesan moral dan pendekatannya yang menyentuh, padat nilai dakwah, namun tetap dikemas dengan gaya segar dan dunia anak-anak.
Kisah Lima Sahabat yang Menemukan Cahaya Kebaikan
Film ini mengisahkan lima sahabat di SD Muhammadiyah bernama Kencana, Irzany, Algibran, Husain, dan Meisya. Mereka bukan sekadar tokoh fiksi, namun karakter mereka menggambarkan potret nyata anak-anak Muhammadiyah masa kini: ceria, penuh rasa ingin tahu, dan mudah terinspirasi.
Kisah dimulai ketika kelimanya mempelajari sejarah KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Keteladanan beliau menumbuhkan getaran dalam hati mereka hingga terbentuklah kelompok belajar bernama Sang Pencerah Kecil. Mereka bertekad meneladani ajaran Sang Pencerah melalui perbuatan sehari-hari.
Semangat dakwah yang mereka jalankan tidak dilukiskan melalui ceramah, tetapi melalui tindakan nyata:
- menjaga kebersihan masjid
- disiplin dan rajin belajar
- menolong teman yang kesulitan
- jujur meski tidak ada yang melihat
- belajar berorganisasi dan bertanggung jawab
Awalnya, aktivitas itu terasa hanya seperti permainan persahabatan. Namun, dari hari ke hari mereka menyadari bahwa kebaikan menghadirkan kebahagiaan.
Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang-orang sekitar. Nilai inilah yang membuat pesan film mengalir kuat ke hati para penonton.


0 Tanggapan
Empty Comments