Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik melalui Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) bekerja sama dengan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) sukses menggelar kegiatan bertajuk “Optimalisasi dan Sosialisasi Lahan Terbatas”.
Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (26/10/2025) di Gedung Pusat Layanan Terpadu ‘Aisyiyah Kabupaten Gresik.
Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rakerpim II Aisyiyah Jawa Timur di Batu pada 20–21 September 2025. Sebagai bentuk nyata sinergi lintas majelis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan keluarga di tengah keterbatasan lahan.
Acara yang terhadiri oleh 24 Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Gresik ini berlangsung penuh semangat.
Sambutan Ketua PDA Gresik
Kegiatan terbuka dengan sambutan Ketua PDA Gresik, Innik Hikmatin SPd MPdI yang menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini berkat kemudahan dan petunjuk Allah SWT.
“Alhamdulillah, dengan banyak kemudahan dan petunjuk Allah, pada hari ini terselenggara kegiatan Optimalisasi dan Sosialisasi Lahan Terbatas yang merupakan hasil sinergi antara Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan serta LLHPB. Terima kasih kepada Bu Iffah dan Bu Ummul beserta jajaran yang telah berjuang dalam penyelenggaraan kegiatan hari ini” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta, khususnya dari PCA Gresik, Kebomas, Manyar, dan GKB, untuk bersyukur atas nikmat kesehatan dan semangat yang Allah berikan, serta mengimplementasikan hasil pelatihan di rumah masing-masing.
“Mari kita memakmurkan bumi mulai dari rumah sendiri, memanfaatkan sumber daya yang ada, termasuk lahan sempit. Agar dapat produktif dan berkontribusi pada ketahanan pangan keluarga. Seperti kata Bu Iffah tadi, kuncinya adalah makmur” tambahnya.
Dalam sambutannya, Innik juga menegaskan bahwa kegiatan ini erat kaitannya dengan konsep Qoryah Thayyibah. Yaitu membangun komunitas yang makmur, adil, dan mandiri melalui pengelolaan sumber daya yang bijak.
Ia menekankan pentingnya pembangunan holistik yang mencakup aspek spiritual, sosial, ekonomi, dan pelestarian lingkungan berkelanjutan.
Sampaikan Makna Al-An’am dan An-Nahl
Kemudian, Innik mengaitkan kegiatan ini dengan firman Allah dalam QS. Al-An’am ayat 141 dan QS. An-Nahl ayat 11, yang mengajarkan manusia untuk memanfaatkan bumi dan air dengan sebaik-baiknya.
“Dengan lahan terbatas pun kita bisa berdaya dan kreatif, menumbuhkan tanaman produktif dengan metode modern seperti hidroponik dan vertikultur yang akan dijelaskan oleh Dr Rohmatin dari LLHPB sekaligus dosen Fakultas Pertanian UMG bersama tim” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan tentang peluncuran program KAPAS (Ketahanan Pangan dan Sosialisasi Lingkungan) oleh LLHPB sebagai wujud komitmen Aisyiyah terhadap pelestarian bumi.
Ia mengapresiasi inisiatif PCA Balongpanggang dengan program HARMONI, PCA Gresik dengan GAPOL, dan PCA Kebomas dengan LESTARI.
“Harapannya, setiap PCA bisa menumbuhkan kreativitas dengan membuat branding sendiri sesuai karakteristik wilayahnya, dengan semangat yang sama: mari kita memakmurkan bumi, menjaga bumi, dan merawat bumi dengan sebaik-baiknya” tegasnya.
Terakhir, ia menutup sambutan dengan doa agar hasil pelatihan hari ini bisa segera tampak nyata.
“InsyaAllah, pada Ahad, 9 November 2025 nanti, kita akan kedatangan tamu dari PDA se-Wilayah Surabaya Raya. Saya berharap halaman kita sudah hijau dan asri — hasil nyata dari pelatihan hari ini. Maka dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Optimalisasi dan Sosialisasi Lahan Terbatas ini saya nyatakan dibuka. Semoga membawa manfaat dan mencerahkan semuanya” harapnya.
Kunci Makmur dan Mandiri: Pesan Ketua MEK PDA Gresik
Dalam kesempatan berikutnya, Ketua MEK PDA Gresik,Iffah Nurdiyani ST menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kegiatan formalitas. Tetapi gerakan nyata Aisyiyah dalam menghadapi tantangan zaman melalui inovasi yang relevan dan aplikatif.
“Bagaimana ‘Aisyiyah bisa berkontribusi menjaga ketahanan pangan meskipun di lahan yang terbatas — inilah tantangan sekaligus peluang bagi kita. Perempuan memiliki peran besar dalam membangun kemandirian pangan keluarga” ujarnya penuh semangat.
Ia menambahkan, konsep Optimalisasi Lahan Terbatas tidak hanya mengajarkan cara menanam. Tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai keberlanjutan dan kesadaran ekologis yang bersumber dari ajaran Islam.
“Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah:168 agar kita makan dari yang halal dan baik. Makan bukan hanya untuk kenyang, tapi juga bentuk ibadah dan amanah dalam menjaga ciptaan-Nya” jelasnya.
Lebih lanjut, Iffah juga menjelaskan bahwa kegiatan MEK Aisyiyah kini diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi produktif berbasis rumah tangga yang selaras dengan prinsip green economy.
“Vertikultur dan inovasi ramah lingkungan seperti pembuatan pupuk organik serta cairan pengendali hama alami ini adalah langkah awal kita menuju kemandirian dan keberlanjutan. Dari rumah, kita bisa menanam kebaikan, memberi manfaat, dan menularkan semangat berkemajuan” pungkasnya.
Ilmu dan Aksi Nyata dari Kampus UMG
Sesi materi berlanjut dengan pemaparan Dosen Program Studi Agroteknologi sekaligus perwakilan LLHPB PDA Gresik Universitas Muhammadiyah Gresik Rohmatin Agustina SP MP.
Pemaparan tersebut mengusung tema Optimalisasi Ketahanan Pangan Keluarga di Lahan Terbatas: Inovasi Sistem Vertikultur Ramah Lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa sistem vertikultur atau vertical gardening menjadi solusi efektif bagi masyarakat dengan lahan terbatas. Pasalnya, dapat digunakan untuk menanam sayur, tanaman obat, hingga buah semusim secara efisien dan estetis.
Selain mempercantik lingkungan, sistem ini juga berperan dalam mengurangi polusi udara, menurunkan suhu, dan menjaga kelembaban mikro di sekitar rumah.
Peserta kemudian mengikuti praktik langsung pembuatan kompos menggunakan alat TOOSTER (Timbo Komposter) — inovasi dari Tim PHP2D UMG.
Serta pembuatan larutan ramah lingkungan berbasis eceng gondok (Hyaci Green) yang dikembangkan mahasiswa Agroteknologi UMG.
Larutan ini merupakan hasil fermentasi anaerob dari enceng gondok yang mengandung flavonoid, steroid, dan tanin. Senyawa alami yang mampu menekan pertumbuhan hama tanpa mencemari lingkungan. Prosesnya sederhana, murah, dan bisa dilakukan di rumah tangga, sekaligus mengurangi limbah organik.
Pelatihan yang terpandu oleh mahasiswa, yaitu Fikri, Arif, Arzeti, Hilya, dan Nawwa ini berlangsung interaktif. Para peserta sangat antusias bertanya tentang teknik vertikultur, pembuatan pupuk organik, hingga cara pengendalian hama alami.
Kolaborasi Majelis, Inspirasi Ketahanan Pangan Keluarga
Ketua LLHPB PDA Gresik, Dr Ummul Firmani SPi MSi menutup kegiatan dengan apresiasi tinggi terhadap sinergi antar majelis di lingkungan Aisyiyah Gresik.
“Kolaborasi MEK dan LLHPB ini bukan hanya berbagi ilmu, tapi menumbuhkan kesadaran bahwa ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan adalah ibadah sosial yang nyata” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, setiap peserta menanam benih sayur yang telah dibagikan dan mempraktikkan pembuatan pupuk organik di rumah masing-masing.
Hasilnya akan ditampilkan pada kegiatan berikutnya sebagai bukti nyata gerakan Aisyiyah dalam mewujudkan Qoryah Thayyibah — komunitas yang makmur, mandiri, dan berkelanjutan.





0 Tanggapan
Empty Comments