Kesuksesan harus dibarengi dengan kemuliaan hati, sebagaimana kecerdasan hanya bermakna jika dilandasi kejujuran. Pesan reflektif tersebut menjadi pembuka materi motivasi yang disampaikan Drs. H. Mahfud Asyrofi, M.Si., Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Gresik, dalam agenda rutin Qiyamullail di SD Mugres Kampus B, Jumat-Sabtu (12-13/12/2025).
Dalam pemaparannya, Mahfud menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Ia menjelaskan bahwa Allah SWT telah merancang otak dan akal manusia agar mampu menerima berbagai bentuk pembelajaran. Namun, proses belajar tidak selalu terasa nyaman. Ada rasa lelah, tidak nikmat, bahkan tantangan yang semakin berat. Meski demikian, Allah menjanjikan surga bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh menempuh jalan mencari ilmu.
Ia mengutip sabda Rasulullah SAW,
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR Muslim).
Mahfud juga menjelaskan bahwa dalam proses belajar selalu ada dua sikap yang menyertai, yaitu optimistis dan pesimistis. Optimistis merupakan keyakinan dalam diri bahwa seseorang mampu melewati berbagai rintangan, sedangkan pesimistis adalah ketiadaan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan tersebut.
“Ada orang yang merasa belajar itu capek dan sulit. Itu karena ia tidak memiliki sikap optimistis. Jika belajar dilakukan dengan fokus dan optimis, yang dirasakan bukan lelahnya, melainkan manfaatnya,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa mimpi seharusnya tidak hanya disimpan, tetapi diwujudkan. Caranya dengan terus belajar dan berkarya. Namun, semua itu harus diawali dengan perubahan diri. Mahfud mengutip Al-Quran Surah Ar-Ra‘d ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.
Perubahan tersebut, lanjutnya, dapat dimulai dengan membiasakan hal-hal baik, meskipun kecil. Ia menyebutkan sembilan kebiasaan baik yang dapat dilakukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan mewujudkan cita-cita, yaitu membuat jadwal belajar harian, tidak menunda pekerjaan, membuat rangkuman, memulai sesuatu secara perlahan dan konsisten, meninggalkan kebiasaan buruk, memanfaatkan fasilitas dengan baik, berlatih dan mengulang pelajaran, pantang menyerah, serta bersikap jujur dan mandiri.
“Sebagai generasi Z, kalian harus memiliki semangat belajar. Jangan mudah bermanja-manja dan jangan gemar berleha-leha,” pesannya menutup materi.
Kegiatan Qiyamullail diawali dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah di Aula H. Bisri Ilyas dan berlangsung dengan khidmat. Raut wajah ceria tampak dari para peserta, yakni siswa dan siswi kelas VI yang akan menghadapi ujian kelulusan. Kegiatan ditutup dengan salat Tahajud berjamaah pada pukul 02.30 WIB, dilanjutkan salat Subuh berjamaah sebelum seluruh peserta kembali ke rumah masing-masing.






0 Tanggapan
Empty Comments