Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Melampaui Sekat, Menebar Manfaat: Manifestasi Moderasi Beragama Mahasiswa KKN STIKES Maboro

Iklan Landscape Smamda
Melampaui Sekat, Menebar Manfaat: Manifestasi Moderasi Beragama Mahasiswa KKN STIKES Maboro
Melampaui Sekat, Menebar Manfaat: Manifestasi Moderasi Beragama Mahasiswa KKN STIKES Maboro. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Pendidikan agama sejak dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter generasi bangsa yang religius dan berakhlak mulia. Menyadari peran krusial tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro menghadirkan sentuhan inovatif dalam kegiatan belajar mengajar di Taman Pendidikan Al-Quran (TPA).

Melalui program kerja bertajuk “Mengaji Ceria”, para mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang membawa keceriaan dan semangat baru bagi adik-adik santri dalam mendalami huruf-huruf langit.

Program kerja Mengajar TPA ini dirancang dengan satu visi besar yaitu menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap Al-Qur’an melalui metode yang menyenangkan dan aplikatif. Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Bojonegoro menyadari bahwa tantangan terbesar mengajar anak-anak usia dini adalah menjaga antusiasme mereka agar tetap fokus dan tidak cepat bosan.

Oleh karena itu, program ini diinisiasi untuk menjawab kebutuhan akan penyegaran metode pembelajaran di TPA setempat. Dengan mengintegrasikan permainan edukatif ke dalam kurikulum mengaji, diharapkan adik-adik TPA dapat lebih mudah mengenali huruf Hijaiyah sekaligus membangun keberanian dan keaktifan mereka sejak dini.

Kegiatan yang penuh kehangatan ini dilaksanakan dalam tiga pertemuan intensif pada tanggal (20/1/2026) dan (27/1/2026) di TPA As – Sidiq. Kolaborasi ini melibatkan sinergi harmonis antara ibu pengajar TPA, para mahasiswa KKN STIKES Maboro, dan puluhan adik-adik santri yang antusias.

Setiap sesi diawali dengan pembukaan oleh ibu pengajar TPA, yang kemudian dilanjutkan dengan arahan taktis dari Penanggung Jawab (PJ) program kerja mahasiswa mengenai kegiatan yang akan dilakukan. Pada pertemuan pertama (20/1/2026), fokus utama adalah melatih aspek motorik dan kognitif santri melalui permainan menulis huruf Hijaiyah.

Sementara itu, pada pertemuan kedua (27/1/2026), tantangan ditingkatkan melalui permainan melingkari huruf Hijaiyah berdasarkan kata awal bacaan, sebuah metode efektif untuk menguji daya ingat dan ketelitian anak-anak.

Perjalanan mengajar ini tidaklah tanpa kendala. Mengingat sebagian besar adik-adik TPA masih berusia balita, rentang kemampuan mereka dalam mengeja dan menulis huruf Hijaiyah sangatlah beragam. Bahkan, ditemukan beberapa anak yang masih membutuhkan bantuan penuh untuk sekadar memegang alat tulis atau mengenali huruf-huruf dasar seperti Alif, Ba, Ta.

Selain itu, mahasiswa harus menyesuaikan diri dengan metode pembelajaran yang sudah lama menetap di TPA tersebut.

Namun, di sinilah letak profesionalisme mahasiswa STIKES Muhammadiyah Bojonegoro. Dengan kesabaran tingkat tinggi dan pendekatan yang humanis, para mahasiswa melakukan pendampingan intensif secara individu (one-on-one tutoring).

Mereka duduk bersimpuh bersama adik-adik santri, membimbing tangan-tangan mungil mereka dalam menulis, dan memberikan instruksi yang mudah dipahami. Kehadiran mahasiswa mengubah suasana belajar yang kaku menjadi penuh canda tawa namun tetap tertib. Sebagai bentuk apresiasi, setiap anak yang berani maju ke depan atau berhasil menyelesaikan tantangan diberikan reward berupa jajanan, yang sukses memicu semangat kompetisi positif di antara mereka.

Melihat keberhasilan program ini, salah satu perwakilan mahasiswa KKN STIKES Maboro mengungkapkan kesan mendalamnya

“Melihat binar mata dan tawa adik-adik saat berhasil menuliskan huruf Hijaiyah dengan benar memberikan kepuasan batin yang luar biasa bagi kami. Kami belajar bahwa mengajar bukan hanya soal mentransfer ilmu, tapi soal menyentuh hati mereka dengan kasih sayang. Kami ingin meninggalkan kesan bahwa belajar agama itu indah dan menyenangkan, sehingga mereka akan terus rindu untuk kembali ke TPA setiap harinya,” terangnya.

Kegiatan Mengajar TPA oleh mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro telah berjalan dengan sangat lancar dan penuh kesan. Keberhasilan ini bukan hanya diukur dari seberapa banyak huruf yang berhasil ditulis, melainkan dari meningkatnya keberanian anak-anak untuk tampil di depan umum dan keaktifan mereka dalam berinteraksi.

Program ini membuktikan bahwa mahasiswa kesehatan tidak hanya mahir di ranah klinis, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial yang peduli pada pembangunan spiritualitas generasi muda. Semoga jejak kecil yang ditanamkan oleh mahasiswa STIKES Maboro di TPA ini tumbuh menjadi pohon ilmu yang rindang bagi masa depan desa.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu