
PWMU.CO– Sebanyak 50 peserta dari berbagai sekolah tingkat SMA/MA/SMK di Kabupaten Bogor mengikuti Pelatihan Memanah Se-Kabupaten Bogor yang diselenggarakan oleh Kafilah Hizbul Wathan AR. Fachruddin Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Sabtu (26/4/2025).
Kegiatan ini berlangsung meriah di Stadion Mini Leuwiliang, milik Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kabupaten Bogor.
Acara ini menjadi ajang perdana sekaligus bersejarah, karena untuk pertama kalinya Hizbul Wathan mengadakan pelatihan panahan secara terbuka di tingkat kabupaten.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bogor, Organisasi Otonom Muhammadiyah Cabang Leuwiliang, Majelis Dikdasmen, Kwartir Daerah HW Kabupaten Bogor, serta ORMAWA Universitas Muhammadiyah Bogor Raya.
Wakil Ketua PDM Kabupaten Bogor Bidang LSBO, Ramanda Aris Rismansyah, secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya pelatihan ini.
“Terima kasih kepada panitia atas inisiasi luar biasa ini. Semoga kegiatan memanah ini bisa menjadi inspirasi kegiatan serupa di masa depan. PDM siap mendukung kegiatan-kegiatan Hizbul Wathan ke depan,” ungkapnya.
Rakanda Farhan, selaku ketua pelaksana, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dasar memanah di kalangan anggota Hizbul Wathan tingkat Penghela.
Selain itu, acara ini juga dirangkaikan dengan pelantikan kepengurusan Panahan Muhammadiyah Kabupaten Bogor periode 2025–2030, dengan Ayunda Lena Utari resmi dilantik sebagai ketua oleh Ramanda Aris Rismansyah.
Pelatihan dipandu langsung oleh instruktur dari Gugur Tugas Panahan Muhammadiyah Pusat Koordinator Wilayah Jawa Barat. Peserta mendapat bekal teori seputar teknik dasar memanah hingga praktik langsung dengan sistem skoring.
Kegiatan ini tak hanya melatih fisik dan keterampilan, tapi juga menanamkan nilai spiritual. Memanah merupakan salah satu olahraga yang disunnahkan dalam Islam, yang memiliki akar sejarah kuat sejak zaman Rasulullah SAW hingga Kesultanan Utsmaniyah. Sejarah membuktikan, panah bukan sekadar senjata, tetapi juga simbol kedisiplinan, fokus, dan kekuatan mental.
Sebagai bentuk apresiasi, setiap sekolah peserta mendapat piala, dan SMA Muhammadiyah Puraseda berhasil meraih predikat Sekolah Terbaik dengan skor tertinggi, sekaligus membawa pulang Piala Duta Memanah Se-Kabupaten Bogor.
“Kami berharap pelatihan ini bukan hanya menambah skill, tapi juga menambah pahala. Ini olahraga sunnah yang juga bisa menjadi identitas keunggulan anggota Hizbul Wathan,” tutup Farhan penuh semangat. (*)
Penulis Lena Utari Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan







0 Tanggapan
Empty Comments