Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baiturrahman yang berada di kompleks SD Muhammadiyah 1 Krian. Ratusan siswa tampak duduk rapi sembari melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan penuh konsentrasi. Mereka tengah mengikuti agenda Ikhtibar Intern, sebuah rangkaian ujian tahfidz mandiri yang diselenggarakan sekolah sebagai bagian dari komitmen mencetak generasi yang islami dan berprestasi.
Kegiatan yang berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada (5–6/2/2026) dan dilanjutkan pada (11–12/2/2026) merupakan tahap awal yang krusial sebelum para siswa melangkah ke jenjang Ikhtibar Jawa Timur (Jatim). Dimulai sejak pukul 07.00 hingga 15.30 WIB, para penguji menyimak dengan saksama setiap setoran hafalan siswa guna memastikan kualitas bacaan dan ketuntasan target sesuai standar yang telah ditetapkan.
Sinkronisasi Visi dan Budaya Sekolah
Pelaksanaan Ikhtibar ini tidak lepas dari visi besar SD Muhammadiyah 1 Krian untuk menumbuhkan budaya sunnah islami serta karakter humanis pada diri siswa. Program ini dirancang untuk menuntaskan target hafalan minimal Juz 30, yang menjadi syarat kompetensi dasar keagamaan bagi seluruh peserta didik.
Abdillah Faizun, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Al Islam, menyampaikan bahwa Ikhtibar Intern adalah instrumen penting untuk memetakan kemampuan siswa. Menurutnya, sekolah perlu memastikan bahwa setiap anak memiliki bekal hafalan yang kuat sebelum diuji oleh tim penguji eksternal.
”Ikhtibar Intern ini adalah ajang seleksi sekaligus pemantapan. Kami ingin melihat sejauh mana ketuntasan tahfidz siswa secara mandiri. Ini bukan sekadar ujian nilai, melainkan upaya kita untuk meningkatkan jiwa ketaqwaan siswa kepada Allah SWT melalui kedekatan mereka dengan Al-Qur’an,” ujar Abdillah Faizun saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Alur Menuju Ikhtibar Jatim
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang yang telah disusun oleh sekolah. Setelah dinyatakan lulus dalam Ikhtibar Intern, para siswa dijadwalkan mengikuti prosesi Khataman pada 9–10 April 2026 mendatang. Puncaknya, mereka akan menghadapi Ikhtibar Jatim pada 13–16 April 2026 yang akan diuji langsung oleh pembimbing dari Tajdied Center.
Abdillah Faizun mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini menjadi pemantik semangat bagi siswa untuk tidak berhenti menghafal meskipun ujian telah usai.
”Harapan kami, melalui Ikhtibar ini, lahir generasi yang tidak hanya hafal secara lisan, tetapi juga memiliki akhlak yang mencerminkan isi Al-Qur’an. Kami ingin anak-anak SD Muhammadiyah 1 Krian menjadi pribadi yang unggul, berprestasi, namun tetap rendah hati dan humanis. Semoga pada saat Ikhtibar Jatim nanti, seluruh siswa dapat memberikan hasil terbaik dan membawa keberkahan bagi keluarga serta sekolah,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, SD Muhammadiyah 1 Krian terus mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang memberikan porsi seimbang antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual bagi para siswanya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments