Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengajak seluruh pegawai bekerja dengan menjunjung tinggi prinsip profesionalisme yang dibarengi dengan semangat kekeluargaan. Setiap individu, sesuai dengan profesi dan kompetensinya masing-masing, harus saling memperkuat dan mendukung satu sama lain.
Hal tersebut ia sampaikan saat Retret Pimpinan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Layanan Khusus (PKLK) di Bandung pada Senin (13/10/2025).
Selain itu, ia menekankan pentingnya semangat kolegial sebagai arah baru dalam budaya kerja kementerian. Melalui semangat ini, keputusan strategis diambil secara kolektif dengan melibatkan sebanyak mungkin pihak, guna menghasilkan keputusan terbaik bagi semua pihak.
“Birokrasi di kementerian ini seharusnya tidak bersifat birokratis. Yang dibutuhkan adalah birokrasi yang semakin melayani, serta memiliki citra sebagai pemudah urusan, bukan justru mempersulit,” jelas Mu’ti.
Mendikdasmen juga menekankan bahwa keberhasilan kerja sangat ditentukan oleh cara berpikir dan kesiapan mental dalam menghadapi berbagai persoalan.
Ia mengingatkan bahwa jika bekerja dengan semangat yang biasa saja, maka hasilnya pun akan biasa-biasa saja, tanpa menghasilkan terobosan yang berarti. Oleh karena itu, dibutuhkan pola pikir yang progresif, inovatif, dan berani mengambil risiko dalam setiap pengambilan keputusan.
“Kesiapan mental dalam menghadapi berbagai persoalan akan sangat menentukan keberhasilan kita dalam bekerja. Jika kita bekerja dengan semangat yang biasa-biasa saja, maka hasilnya pun akan biasa-biasa saja. Menurut saya, inilah tantangan kita bersama, membangun pola pikir untuk terus maju, mencari terobosan, dan berani mengambil risiko dalam setiap keputusan,” jelasnya.
Retret yang bertemakan “Membangun Budaya Kerja Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, Harmonis (RAMAH) dan Setia, Amanah, Negarawan, Teladan, Unggul, dan Ngemong (SANTUN) untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini, menurut Menteri Mu’ti menjadi momen penting untuk melakukan penyegaran, baik secara intelektual maupun visi, agar seluruh peserta dapat memperbarui wawasan dan pandangan tentang bagaimana memberikan layanan pendidikan yang bermutu untuk semua.
“Mari kita jadikan forum retret ini sebagai momen untuk kita melakukan intellectual refreshing, menyegarkan wawasan kita, menyegarkan pandangan kita, serta visi kita untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu untuk semua,” pungkas Mu’ti.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa retret ini menjadi momen untuk memperkuat nilai RAMAH dan SANTUN dalam sebuah harmoni dan kebersamaan di lingkungan Direktorat Jenderal Vokasi dan PKLK.
Tatang berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat sekaligus menjaga capaian yang telah diraih, sehingga ke depan semakin banyak inovasi dan kolaborasi yang dapat diwujudkan.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, Direktorat Vokasi dan PKPLK semakin mampu mewujudkan nilai-nilai RAMAH dan SANTUN. Selain itu, kita juga dapat membangun harmoni, kebersamaan, dan kekompakan di antara kita semua. Karena sebagian besar waktu Bapak dan Ibu dihabiskan di kantor, maka penting untuk memastikan hubungan, kolaborasi, dan kerja sama di antara kita semakin kuat,” kata Tatang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments