
PWMU.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya peran pengawas dan penilik sekolah dalam memelihara budaya mutu yang terstandar dalam ekosistem pendidikan di Indonesia. Menurutnya, pengawas dan penilik sekolah bertugas memastikan mutu pendidikan nasional dan proses pendidikan berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
“Budaya mutu itu harus melekat di semua insan pendidikan, agar yang kita lakukan bermanfaat untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar Mendikdasmen saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bagi Pengawas Sekolah angkatan ke-III di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Tengah (BBPMP Provinsi Jateng), pada Jumat (4/7/2025).
Dalam sambutannya, Menteri Mu’ti juga menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan teknis ini akan meningkatkan semangat dan keyakinan para pengawas dan penilik sekolah dengan tugas pokok yang dimiliki.
“Kementerian saat ini terus berusaha untuk memperkuat posisi dan peran pengawas sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan nasional. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa proses-proses pendidikan berjalan sesuai standar dan melekat dengan penjaminan mutu tersebut,” tuturnya.
Mu’ti menjelaskan, SPME dilakukan melalui dua sistem utama yakni akreditasi dan pengawasan oleh pengawas serta penilik sekolah. Ia juga menyoroti pentingnya penilaian mutu dari masyarakat sebagai pihak penerima manfaat pendidikan.
“Penilaian mutu yang diberikan masyarakat tidak kalah penting, karena mereka yang mengevaluasi dari capaian akademik, penguatan karakter, dan bahkan memberikan ukuran-ukuran penilaian lainnya,” imbuhnya.
Pada kesempatan ini turut hadir, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen), Gogot Suharwoto, Staf Khusus Menteri (SKM) Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, Kepala BBPMP Provinsi Jateng, Nugraheni Triastuti, serta Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Tengah (BBGTK Provinsi Jateng), Darmadi.
Penguatan Peran Pengawas dan Penilik Sekolah sebagai SPME
Abdul Mu’ti, juga mengingatkan bahwa setiap warga berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Ia berharap, penjaminan mutu tidak sekadar formalitas, melainkan menjadi budaya yang melekat pada setiap insan pendidikan untuk selalu memberikan yang terbaik, terlepas dari ada atau tidaknya pengawasan.
“Sebagai mitra kementerian, pengawas harus memiliki kesadaran atas berbagai kebijakan baru yang menjadi upaya kementerian dalam menyempurnakan pendidikan, sehingga dapat membantu kami untuk menjelaskan ke masyarakat,” pesan Mu’ti.
Senada dengan Mendikdasmen, Gogot Suharwoto, menekankan pentingnya penguatan peran BBPMP atau BPMP dalam menumbuhkan budaya mutu di seluruh satuan pendidikan di Indonesia.
“Kami di pusat sedang memperkuat BBPMP atau BPMP dalam rangka memastikan budaya mutu bisa tumbuh di semua satuan pendidikan di Indonesia,” ungkap Gogot.
Ia juga menjelaskan bahwa ada beberapa strategi yang disiapkan, salah satunya adalah penguatan sistem penjaminan mutu dari regulasi, strategi, dan perangkat, baik sistem penjaminan mutu internal (SPMI) maupun eksternal (SPME).
Gogot menegaskan, “Untuk memastikan SPMI dan SPME kita berjalan dengan baik, agen kita adalah bapak, ibu, pengawas dan penilik.”
Ia juga berharap agar melalui bimtek ini, pengawas dan penilik dapat lebih proaktif, tidak hanya “tut wuri handayani”, tetapi juga “ing ngarso sung tulodo” (di depan memberi teladan), dan “ing madyo mangun karso” (di tengah membangun semangat).
Gogot menambahkan bahwa fokus Kemendikdasmen juga memastikan Standar Pendidikan Nasional (SPN) dijadikan sebagai pegangan utama, serta menguatkan peran pemerintah daerah. Ia berharap, pengawas dan penilik dapat menjadi yang terdepan dalam memahami program prioritas Kemendikdasmen.





0 Tanggapan
Empty Comments