Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menelusuri Nilai Pancasila di Blitar: Refleksi Seorang Pelajar Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Menelusuri Nilai Pancasila di Blitar: Refleksi Seorang Pelajar Muhammadiyah
pwmu.co -
Reyhan Iftitan Ramadhanu berdiri di samping makam Bung Karno (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Perjalanan luar kota Reyhan Iftitan Ramadhanu, siswa SMP Muhammadiyah 1 (SMP Muhi) Genteng, dari Banyuwangi ke Kota Blitar pada Minggu (1/6/2025) membawa hikmah dan nilai historis yang tak terlupakan dalam acara Grebek Pancasila.

Ditemani oleh orang tua, Reyhan berangkat ke Blitar untuk acara silaturahmi keluarga. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk ziarah ke makam Bung Karno dan Masjid Ar-Rahman yang terkenal dengan sebutan Miniatur Masjid Madinah.

Catatan Petuah Bung Karno

Sekitar pukul 07.00 WIB, Reyhan bersama keluarga sudah tiba di makam Ir Soekarno. Selain karena keinginan lama untuk berziarah, mereka juga ingin mengenang jasa Presiden pertama Indonesia.

Setibanya di kompleks makam Bung Karno dan setelah melalui prosedur administrasi, mereka sampai di tempat utama yaitu pesarean Bung Karno. Di sana mereka disambut ramah oleh pengurus makam dari Dinas Pariwisata Kota Blitar, Juni Purnomo, yang terus memandu dan melayani pertanyaan para pengunjung.

“Makam yang di tengah itu adalah makam Bung Karno, diapit oleh makam kedua orang tuanya. Di sebelah kanan adalah makam ibunda beliau, Ny Ida Ayu Njoman RAI yang wafat pada 12 September 1958. Sedangkan di sebelah kiri adalah makam ayahandanya, R Soekeni Sosrodihardjo, yang wafat pada 8 Mei 1945,” terang Purnomo. Penjelasan itu langsung dicatat oleh Reyhan.

Reyhan Iftitan Ramadhanu di persekitaran makam Soekarno (Istimewa/PWMU.CO)

Selama hampir setengah jam berada di makam Bung Karno, Reyhan mengamati dan mencatat berbagai petuah Bung Karno yang terpampang di sekitar kompleks. Di antaranya:

  • Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.
  • Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya.
  • Berilah aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia.
  • Kalau kita makan daging babi sepotong kecil saja, maka seluruh orang akan menyebut Anda kafir. Tapi coba kalau Anda makan harta anak yatim, memfitnah orang lain, tidak ada yang ribut.

“Catatan ini akan saya jadikan motivasi dalam perjalanan hidupku,” ujar Reyhan usai mencatat banyak petuah Bung Karno.

Grebek Pancasila

Pengalaman tak terlupakan terjadi saat Reyhan dan rombongan keluar dari kompleks makam sekitar pukul 10.00 WIB dan hendak melanjutkan perjalanan ke Masjid Ar-Rahman. Mereka dihentikan oleh petugas keamanan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Mohon maaf, Pak. Untuk beberapa menit, jalan ini steril karena ada iring-iringan Grebek Pancasila dari alun-alun menuju kompleks pemakaman Bung Karno,” ujar salah satu polisi yang berjaga di tepi jalan.

Berdasarkan informasi, Grebek Pancasila adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Blitar setiap tanggal 1 Juni. Tradisi ini mengarak lima tumpeng besar dari hasil pertanian oleh seluruh pegawai instansi terkait dan beberapa sekolah.

Tampak barisan terdepan iring-iringan adalah pasukan drum band, diikuti Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang berada di atas becak, kemudian disusul kepala dinas, pasukan tumpeng sayur-mayur, dan barisan peserta lainnya.

Pada pukul 11.00 WIB, Reyhan bersama keluarganya melanjutkan perjalanan ke Masjid Ar-Rahman untuk melaksanakan salat Dzuhur sekaligus melihat dari dekat masjid yang dijuluki Miniatur Madinah tersebut. (*)

Penulis Abdul Muntholib Editor M Tanwirul Huda

Dokumentasi Grebek Pancasila (Istimewa/PWMU.CO)
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡