SMP Muhammadiyah Imogiri, yang terletak di kawasan kaki bukit Imogiri, Bantul, kini resmi membuka Kelas Khusus Olahraga (KKO) sebagai wadah pembinaan bagi siswa yang memiliki bakat di bidang olahraga.
Program ini lahir dari keprihatinan sekaligus optimisme para guru yang melihat potensi besar anak-anak dalam berbagai cabang olahraga, terutama melalui kegiatan kelas meeting dan ekstrakurikuler.
Koordinator KKO, Atok Susanto, menjelaskan bahwa tradisi juara di bidang olahraga sudah lama menjadi ciri khas sekolah, khususnya pada cabang pencak silat. Dari pengalaman itulah muncul gagasan untuk menampung potensi siswa melalui pembinaan yang lebih terarah.
“Dari situ kami menyimpulkan bahwa sekolah perlu memberikan ruang khusus. Maka terbentuklah KKO, yang tahun ini sudah diikuti 36 siswa,” ujar Atok, Senin (15/9/2025).
Saat ini, KKO SMP Muhammadiyah Imogiri fokus membina tiga cabang olahraga unggulan, yakni pencak silat, bola voli, dan sepak bola.
Meski begitu, siswa tetap diberi kebebasan bergabung dengan klub olahraga maupun sekolah sepak bola (SSB) di luar sekolah.
Untuk mendukung hal tersebut, pihak sekolah menjalin koordinasi dengan klub mitra agar jadwal latihan tidak saling bertabrakan.
Atok mencontohkan salah satu siswanya yang berhasil terpilih mewakili Kabupaten Bantul dalam cabang olahraga petanque.
Selama satu setengah bulan, siswa tersebut mendapatkan izin khusus untuk mengikuti pemusatan latihan daerah, tanpa mengabaikan kewajiban akademiknya.
“Sekolah fleksibel, yang penting anak bisa berkembang optimal baik di akademik maupun olahraga,” tegas Atok.
Respons dari orang tua maupun klub olahraga dinilai sangat positif. Mereka tidak merasa tersaingi, justru mendukung agar anak-anak mendapatkan pembinaan yang berjenjang.
Bahkan, meski di wilayah Imogiri juga terdapat KKO di sekolah negeri, antusiasme terhadap SMP Muhammadiyah Imogiri tetap tinggi. Menariknya, siswa yang bergabung tidak hanya berasal dari Imogiri, tetapi juga dari Pleret dan Pundong.
“Orang tua banyak yang antusias menitipkan anaknya di KKO SMP Muhammadiyah Imogiri. Tahun ini saja 36 siswa sudah bergabung,” tambah Atok.
Dia juga menekankan bahwa rekomendasi dari Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) PP Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan KKO ini.
Program KKO di SMP Muhammadiyah Imogiri menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan olahraga di sekolah.
Melalui program ini, sekolah tidak hanya berupaya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membangun karakter, menanamkan semangat sportivitas, serta menyiapkan generasi yang sehat dan berdaya saing. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments