
Penampilan lincah dan riang tarian tradisional oleh kelas 4 SD Muri Gresik dalam Peringatan Hari Kartini, Jumat (25/04/2025). (Indah/PWMU.CO).
PWMU.CO – Semangat Kartini berpadu indah dengan semarak budaya Nusantara dalam peringatan Hari Kartini di SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik, Jumat pagi (25/04/2025).
Suasana lapangan sekolah berubah meriah. Warna-warni kostum tradisional, sorak sorai penonton, serta dentingan lagu-lagu daerah menandai bermulanya rangkaian penampilan hiburan yang bertema budaya. Momen ini melibatkan siswa kelas II dan kelas IV.
Tampak anak-anak yang berbaris rapi di belakang panggung hingga para guru yang mendampingi dengan senyum bangga. Semuanya menjadi bagian dari perayaan yang sarat makna, menanamkan semangat Kartini melalui pelestarian budaya Indonesia.
Parade Nusantara: Langkah Kecil untuk Bangsa Besar
Parade Nusantara dibuka oleh siswa kelas II Gemintang dan II Candramawa. Terbagi dalam beberapa kelompok, mereka menyuguhkan penampilan gabungan lagu dan tarian daerah dari berbagai penjuru tanah air.
Dengan langkah kecil namun pasti, mereka menari mengikuti irama lagu-lagu populer seperti Anak Kambing Saya, Ampar-Ampar Pisang, Dari Sabang Sampai Merauke, hingga Gundul-Gundul Pacul.
Gerak mereka lincah, ekspresi ceria tak pernah lepas dari wajah-wajah polos penuh semangat. Kostum yang dikenakan pun mencerminkan keberagaman nusantara dari pakaian adat Bali, Batak, Minang, hingga Sunda.
“Lucunya yang pakai kostum domba” celetuk Laras, siswa kelas 1 Eufoni, sambil tertawa. Ia tertawa lantaran melihat teman-temannya menari sambil mengenakan kostum berbulu saat menyanyikan lagu Anak Kambing Saya.
Suasana makin hangat ketika giliran siswa kelas 4 tampil dengan suguhan tarian tradisional khas daerah. Tiga kelompok tampil dengan penuh semangat dan penghayatan.
Hadirkan Tari Tradisional Sumut hingga Jabar
Kelas 4 Arunika menghadirkan Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara. Dengan selendang khas dan gerakan ritmis, mereka memukau penonton lewat kekompakan dan energi yang mereka tampilkan.
Kemudian, dua kelompok dari kelas 4 Pancarona mempersembahkan Tari Indang Dinding Badinding dari Sumatera Barat dan Tari Cing Cangkeling dari Jawa Barat.
Iringan musik tradisional yang dinamis, serta kombinasi gerak tari yang variatif dan ekspresif, membuat penonton tak henti memberi tepuk tangan.
“Luar biasa ya mereka. Bisa kompak begitu padahal masih kecil” komentar salah satu orangtua yang hadir menyaksikan acara.
Ustadz Abdul Rokhim Ashari SPd, penyelenggara kegiatan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba. Namun, momen penting untuk membentuk karakter dan nilai-nilai nasionalisme sejak dini.
“Melalui lomba ini, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap budaya Nusantara dan semangat Kartini. Anak-anak juga belajar untuk tampil percaya diri, bekerjasama, dan menghargai keberagaman” jelasnya.
Hari Kartini bukan hanya tentang kebaya dan konde, tapi tentang semangat perjuangan perempuan, keberanian, dan penghargaan atas identitas bangsa.
Melalui tarian dan lagu daerah yang siswa-siswi SD Muri bawakan, nilai-nilai itu hidup dan tumbuh dalam jiwa generasi muda.
Acara ini pun menjadi penanda bahwa warisan budaya Indonesia tetap hidup di tengah anak-anak. Ia menjelma dalam langkah kaki kecil yang menari, suara lantang yang bernyanyi, dan tawa riang yang menggema di langit SD Muri pagi itu.
Penulis Bellah Iasyah Meylindah, Editor Danar Trivasya Fikri






0 Tanggapan
Empty Comments