Di bawah rindangnya pohon kecacil yang usianya sudah puluhan tahun, MI Muhammadiyah 3 Doudo (Mimuga) menggelar acara “Opening Muhadhoroh” dengan tema “Guruku Teladanku” pada Minggu (28/09/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung setelah ekstrakulikuler wajib muhadhoroh vakum selama kurang lebih dua tahun.
Dan untuk menyambut kembali ekstrakulikuler yang terlaksana setiap dua minggu sekali di hari ahad setelah jam istirahat tersebut, Mimuga tidak ingin langsung menunjuk siwa-siswi sebagai petugasnya melainkan langsung menyuguhkan penampilan dari seluruh dewan guru Mimuga tanpa terkecuali.
Tugaskan Lomba, Pidato, hingga Puisi
“Selama ini, kita selalu menugaskan anak lomba pidato, puisi, atau yang lain tetapi apakah kita sebagai dewan guru belum pernah menunjukkan kepada mereka bagaimana cara atau tampil di depan” ungkap koordinator Muhadhoroh, Muhammad Ferdyansyah.
“Jadi, alangkah lebih baik kita yang menjadi contoh terlebih dahulu untuk mereka agar anak-anak bisa melihat secara langsung bahwa semua gurunya bisa menjadi contoh, ‘guruku teladanku’, seperti tema hari ini,” tuturnya.
Selain itu, petugas muhadhoroh juga teracak dan tidak seperti biasanya. Seperti yang dijelaskan Pak Ferdy (sebutan akrab Muhammad Ferdyansyah).
“Misalnya Bu Badriyah sudah unggul di bidang tilawah dan menyanyi, maka kali ini saya tempatkan menjadi pembaca puisi. Seperti halnya Pak Muslih atau Pak Bahul belum pernah anak-anak melihat beliau tampil membaca puisi atau pantun” tambah Ferdy.
“Karena pada akhirnya salah satu tujuan muhadhoroh adalah bagaimana setiap anak mempunyai pengalaman menjadi MC, dirijen, berpidato dan yang lainnya” katanya.
Sebab, lanjut Ferdy, kedepannya akan bergilir setiap dua minggu sekali, begitu pula dengan para guru. Hal ini agar guru yang tampil sebagai MC atau yang lainnya tidak terkesan monoton.
Motivasi dari Kepala Sekolah
Selain Pak Ferdy, Bu Muhayatin selaku kepala sekolah juga memberikan sedikit motivasi untuk siswa-siswi Mimuga saat memberikan bimbingan dalam susunan acara tersebut.
“Setelah anak-anak melihat bapak ibu dewan guru tampil, nantinya anak-anak juga akan tampil menjadi petugas muhadhoroh. Harapannya dengan adanya kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa berani dan percaya diri ketika tampil di depan” terangnya.
Dari kegiatan ini, terlihat para dewan guru benar-benar kompak dan menyiapkan diri sebelum tampil sehingga tidak heran siswa-siswi Mimuga begitu antusias.
Terdengar begitu meriah tepuk tangan mereka menyaksikan dewan gurunya berpidato empat bahasa yaitu Indonesia, Jawa, Arab, dan Inggris. Selain itu, mereka juga terpesona dengan penampilan puisi, pantun yang terbawakan oleh para gurunya.






0 Tanggapan
Empty Comments