Suasana Masjid Taqwa Perguruan Muhammadiyah Gresik di Jalan KH Kholil No. 90 Gresik terasa berbeda dari biasanya.
Usai Salat Zuhur berjamaah, puluhan murid kelas 5 dan 6 SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A duduk khusyuk mendengarkan kultum dari salah satu teman mereka.
Kali ini, Kamis (17/10/2025), mimbar masjid terisi oleh Fathan El Fatih Reziq Hanani, siswa kelas 6 Prof Dr Syafii Maarif yang tampil percaya diri membawakan kultum menggunakan bahasa Arab penuh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Kultum Zuhur” yang terselenggara secara rutin oleh Kepala Urusan Kehidupan Islami SD Mugres Kampus A.
Program ini menjadi ajang bagi para murid untuk berlatih berbicara di depan umum, memperdalam wawasan keislaman, sekaligus mengasah kemampuan berbahasa asing.
Kultum berlangsung setiap Senin hingga Kamis. Pada salah satu harinya tersampaikan dalam bahasa Arab atau bahasa Inggris, dengan bimbingan langsung dari para wali kelas serta guru bahasa yang bersangkutan.
Pentingnya Berbahasa Arab di Era Kini
Fathan menyampaikan kultumnya yang berjudul “Ahammiyyat al-Takallum bi al-Lughah al-‘Arabiyyah fī ‘Ashrinā al-Hāḍir” (Pentingnya Berbicara dengan Bahasa Arab di Masa Kini).
Lebih lanjut, ia membuka dengan pengantar penuh sopan santun dan salam dalam bahasa Arab yang fasih.
Ia mengawali dengan memuji Allah atas segala nikmat pendengaran, penglihatan, dan akal, serta melantunkan salawat kepada Nabi Muhammad saw.
Dalam isi kultumnya, Fathan menjelaskan bahwa bahasa Arab memiliki kedudukan yang sangat mulia karena merupakan bahasa Al-Qur’an.
Ia mengutip ayat Surah Yusuf ayat 2, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an berbahasa Arab agar kamu memahaminya,” serta Surah Asy-Syu‘ara ayat 195, “Dengan bahasa Arab yang jelas.”
Fathan menegaskan bahwa siapa pun yang mempelajari dan menggunakan bahasa Arab dengan niat beribadah akan memperoleh kebahagiaan dari Allah.
“Ayyuhā al-ikhwān al-maḥbūb ‘inda Allāh, Bi-hādhihi al-lughah, bi-hādhihi al-lughah naqra’u kitāb Allāh, wa bihā ayḍan nat’abbadu ilā Allāh (Setiap pelajar harus bersungguh-sungguh belajar bahasa Arab, karena dengan bahasa ini kita membaca Kitabullah dan beribadah kepada Allah)” ucapnya dengan artikulasi yang lancar dan intonasi teratur.
Di akhir kultum, Fathan sempat menutup dengan bait lagu pendek yang digubah dalam bahasa Arab, berisi ajakan untuk bersungguh-sungguh belajar dan tidak malas. Suasana masjid pun dipenuhi kekaguman dan tepuk tangan dari para teman.
Latihan Serius, Hasil Mengagumkan
Menurut penjelasan kepala urusan bidang Kehidupan Islami SD Mugres Kampus A Hadi Purnomo SPd, kegiatan Kultum Zuhur berbahasa asing ini bertujuan menumbuhkan keberanian, kecintaan terhadap bahasa Al-Qur’an, serta melatih keterampilan komunikasi islami secara global.
“Anak-anak kita tidak hanya diajarkan teori bahasa di kelas, tetapi juga diberi ruang untuk mempraktikkan dalam konteks yang nyata. Dengan begitu, mereka bisa mengaitkan nilai-nilai Islam dengan kemampuan berbahasa” ujar Hadi.
Ia menambahkan bahwa program ini juga merupakan bagian dari pembiasaan ibadah di sekolah. Harapannya, setiap siswa tidak hanya lancar membaca doa atau Al-Qur’an, tetapi juga mampu menyampaikan pesan moral secara lisan dengan cara yang baik dan menarik.
Terkait segi teknis penampilan, Hadi memberikan apresiasi tinggi kepada Fathan yang tampil dengan persiapan matang.
“Secara teknis, Fathan luar biasa. Artikulasi bahasanya jelas, pelafalan huruf-huruf Arabnya fasih, dan ia mampu menjaga kontak mata dengan audiens. Itu hal yang jarang untuk anak seusianya” jelasnya.
Pembiasaan yang Menanamkan Nilai
Program kultum ini mendapat dukungan penuh dari kepala sekolah dan seluruh dewan guru. Masjid Taqwa Perguruan Muhammadiyah memang menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi murid-murid SD Mugres.
Melalui kegiatan seperti ini, para siswa tidak hanya berlatih berbicara, tetapi juga belajar adab beribadah di masjid, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memahami makna dakwah sejak dini.
Hadi berharap kegiatan seperti ini terus berjalan secara konsisten dan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain. “Kami ingin membentuk generasi yang unggul dalam ilmu dan berakhlak islami. Bahasa Arab dan Inggris hanyalah sarana, tapi semangat dakwah dan keberanian tampil di depan umum adalah bekalnya untuk masa depan” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments