Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengabdi dengan Cinta, Berdakwah Lewat Pelayanan

Iklan Landscape Smamda
Mengabdi dengan Cinta, Berdakwah Lewat Pelayanan
Rudi Utomo. Foto: Dok/Pri
Oleh : Rudi Utomo, S.KM., M.Kes Wakil Sekretaris MPKU PWM Jawa Timur
pwmu.co -

“Dan katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu…” (QS. At-Taubah: 105)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa setiap pekerjaan, sekecil apa pun, akan bernilai ibadah bila diniatkan karena Allah SWT.

Begitu pula bagi kita yang bekerja di Amal Usaha Kesehatan (AUK) Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah—baik rumah sakit maupun klinik—yang berdiri bukan semata untuk mencari keuntungan, melainkan untuk menebar rahmat bagi semua, menolong sesama, dan menghidupkan dakwah Islam melalui pelayanan kesehatan.

Niat yang Melahirkan Berkah

Dalam beberapa kesempatan saat saya mendampingi Ketua MPKU PWM Jawa Timur, Dr. Mundakir, M.Kep, ketika berkunjung ke rumah sakit atau klinik Muhammadiyah-‘Aisyiyah di seluruh Jawa Timur, beliau kerap menyampaikan pesan yang sangat mendalam:

“Jika bekerja di amal usaha kesehatan Muhammadiyah-Aisyiyah, maka yang pertama harus ditata adalah niat.”

Sebab, niatlah yang membedakan antara sekadar bekerja dengan sungguh-sungguh mengabdi.

Bekerja di rumah sakit atau klinik Muhammadiyah/‘Aisyiyah bukan semata mencari gaji atau kedudukan, tetapi merupakan bagian dari ibadah dan perjuangan kemanusiaan.

Ketika seseorang meniatkan pekerjaannya karena Allah, ia tidak hanya bekerja untuk manusia, tetapi sedang beramal untuk akhirat.

Allah pun berfirman dalam (QS. At-Talaq: 2–3): “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Dengan niat yang lurus, pekerjaan yang tadinya terasa berat akan menjadi ringan, dan penghasilan yang terbatas akan terasa berkah.

Sebab sesungguhnya, Allah menakar rezeki bukan hanya dalam bentuk uang, tetapi juga dalam bentuk ketenangan hati, keluarga yang harmonis, dan pahala yang terus mengalir.

Bekerja Bukan Sekadar untuk Materi

Setiap tenaga kesehatan maupun nonkesehatan yang bekerja di RS dan klinik Muhammadiyah/‘Aisyiyah sejatinya sedang menjalankan misi kemanusiaan.

Mereka tidak hanya bekerja untuk memperoleh materi, tetapi untuk melayani, menolong, dan memberi harapan bagi mereka yang lemah dan sakit.

Seorang perawat yang menjaga pasien di malam hari, seorang dokter yang memberi pelayanan medis, seorang pembina rohani yang menenangkan keluarga pasien, seorang petugas kebersihan yang menjaga ruang tetap suci dan nyaman, hingga staf administrasi yang melayani dengan sabar — semuanya sedang menunaikan ibadah.

Mereka adalah bagian dari rantai amal jariyah yang terus mengalirkan pahala, selama niatnya tetap lillahi ta‘ala.

Beginilah wajah dakwah bil hal — dakwah melalui perbuatan nyata. Rumah sakit dan klinik Muhammadiyah/‘Aisyiyah bukan hanya tempat penyembuhan tubuh, tetapi juga tempat penyucian hati, tempat beramal, dan tempat membangun kepedulian terhadap sesama.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Profesionalisme yang Bernilai Dakwah

Menata niat bukan berarti menafikan profesionalitas. Justru, niat yang lurus melahirkan tanggung jawab dan integritas dalam bekerja.

Tenaga medis yang profesional bukan hanya ahli secara teknis, tetapi juga harus jujur, berempati, dan berakhlak mulia.

Mutu pelayanan yang islami tidak diukur dari gedung yang megah, melainkan dari ketulusan hati mereka yang melayani dengan cara islami.

Ketika pasien merasakan keramahan, kecepatan, dan ketulusan di RS Muhammadiyah/‘Aisyiyah, di situlah Islam hadir dalam wajah yang sejuk dan menenteramkan.

Itulah dakwah yang sesungguhnya — bukan hanya disampaikan lewat kata, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.

Meneladani Semangat Al-Ma’un

KH. Ahmad Dahlan pernah mengingatkan bahwa ukuran keberagamaan seseorang bukanlah seberapa rajin ia beribadah, melainkan seberapa besar kepeduliannya terhadap penderitaan orang lain.

Semangat inilah yang menghidupkan rumah sakit dan klinik Muhammadiyah/‘Aisyiyah: menolong yang lemah, memuliakan yang sakit, dan memberikan layanan yang adil bagi siapa pun tanpa memandang latar belakangnya.

Menjadi karyawan di Amal Usaha Kesehatan Muhammadiyah Aisyiyah berarti menjadi pelayan umat. Kita hadir bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Karena setiap pasien yang datang membawa harapan, setiap tindakan adalah amanah, dan setiap pelayanan adalah dakwah.

Cinta sebagai Energi Pengabdian

Ketika seseorang bekerja dengan cinta, ia tidak lagi menghitung lelah, karena yang dicari bukan sekadar balas jasa, melainkan ridha Allah SWT.

Bekerja di Amal Usaha Kesehatan Muhammadiyah/‘Aisyiyah adalah wujud nyata cinta kepada Allah dan sesama manusia.

Mari terus menjaga niat, meneguhkan semangat dakwah, dan mengabdi dengan cinta.

Sebab dari tangan-tangan tulus para karyawan rumah sakit dan klinik Muhammadiyah/‘Aisyiyah, hadir harapan, kasih, dan keberkahan bagi banyak jiwa. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu