Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengenal Jejak Wali, Mengasah Hati: Muhadharah Inspiratif Kelas X SMK Muhammadiyah 2 Benjeng

Iklan Landscape Smamda
Mengenal Jejak Wali, Mengasah Hati: Muhadharah Inspiratif Kelas X SMK Muhammadiyah 2 Benjeng
pwmu.co -
Siswi MPLB saat memberikan Kajian di depan warga SMK MUDA (Joko/PWMU.CO)

PWMU.CO – Setiap Jumat pagi, Masjid At-Taqwa Klampok menjadi saksi semangat spiritual siswa-siswi SMK Muhammadiyah 2 Benjeng. Namun, Jumat (25/4/2025) ini terasa istimewa. Muhadharah yang biasanya berlangsung penuh hikmah dan keteraturan, berubah menjadi ruang refleksi yang menggetarkan hati, berkat penampilan luar biasa dari perwakilan Kelas X MPLB.

Sejak awal, suasana terasa berbeda. Hening, penuh perhatian. Para siswa tampil dengan penyampaian yang runtut, percaya diri, dan menyentuh hati. Puncak acara hadir ketika mereka membawakan kisah tentang Sunan Giri — salah satu Wali Songo yang makam sucinya berdiri megah di Gresik, tidak jauh dari tempat mereka menuntut ilmu.

Dengan gaya bertutur yang penuh penghayatan, mereka mengisahkan sosok Sunan Giri bukan hanya sebagai tokoh sejarah, tetapi sebagai pejuang dakwah, pendidik, pemimpin, dan spiritualis. Hidupnya didedikasikan untuk menebarkan nilai-nilai Islam yang damai dan mencerahkan. Ia mendirikan pesantren, mendidik santri, serta membentuk masyarakat beradab melalui sentuhan ilmu dan kasih sayang. Kesederhanaannya menjadi teladan abadi bagi generasi masa kini.

Tak sekadar menyampaikan fakta sejarah, para siswa juga mengajak hadirin merenung:
Sudahkah kita meneladani para Wali dalam kehidupan sehari-hari? Sudahkah kita menjadikan dakwah sebagai bagian dari keseharian, walau hanya melalui akhlak yang mulia?

Banyak guru dan siswa tampak tersentuh. Ada yang menunduk dalam diam, ada pula yang menyeka air mata — bukan karena sedih, tetapi karena rasa bangga, menyaksikan generasi muda yang mengangkat kembali warisan spiritual Nusantara.

Muhadharah yang berlangsung selama satu jam ini ditutup dengan tepuk tangan panjang dan meriah. Bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan ungkapan rasa syukur atas hadirnya generasi yang mulai menghidupkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan nyata.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Ini bukan sekadar penampilan, melainkan pembelajaran jiwa,” ungkap Haris Al Muzakki, guru ISMUBA.

Muhadharah hari itu mengajarkan bahwa panggung bukan hanya tempat unjuk bicara, tetapi juga ruang untuk menyampaikan nilai, menanamkan akhlak, dan membangun jati diri.

Masjid At-Taqwa hari itu tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pertemuan antara masa kini dan masa lalu — mempertemukan siswa-siswi yang haus ilmu dengan kisah seorang Wali yang ilmunya abadi. (*)

Penulis Maria Hanim Co Editor Aqidatul Afifah Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu