
PWMU.CO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri memperkenalkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) terbarunya, yaitu Mushola Al-Fath, Kamis (20/2/2025).
Berlokasi di Kelurahan Campurejo, sebelah utara Terminal Tamanan, mushola ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih **100 meter persegi dengan bangunan dua lantai yang menggabungkan fungsi ibadah dan pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua PDM Kota Kediri, Ahmad Khoiruddin menjelaskan bahwa Mushola Al-Fath dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat penguatan ekonomi berbasis komunitas.
“Lantai atas digunakan sebagai mushola untuk kegiatan ibadah, sedangkan lantai bawah disediakan untuk usaha produktif yang dapat dikelola oleh organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah Kota Kediri,” ujarnya.
Dukungan Wakaf dan Partisipasi Masyarakat
Pembangunan Mushola Al-Fath tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak. Ketua Majelis Wakaf PDM Kota Kediri, Abu Bakar mengungkapkan bahwa tanah wakaf untuk mushola ini berasal dari Abdul Malik, seorang warga Jakarta yang berdomisili di Singapura.
“Kami sangat bersyukur atas wakaf tanah ini. Selain itu, dana pembangunan mushola juga berasal dari PDM Kota Kediri serta kontribusi dari Anton Dipayasa, anggota DPRD Mojoroto Kota Kediri,” jelasnya.
Mushola Al-Fath diharapkan menjadi pusat kegiatan keislaman sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi warga Campurejo dan sekitarnya.
Lantai atas akan difungsikan untuk shalat berjamaah, pengajian, kajian keislaman, serta pendidikan al-Qur’an. Sementara itu, lantai bawah akan dimanfaatkan untuk usaha produktif dan kreatif yang dikelola oleh ortom Muhammadiyah.
“Kami berharap Mushola Al-Fath tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen Muhammadiyah dalam memajukan masyarakat,” tambah Ahmad Khoiruddin.
Dengan diresmikannya Mushola Al-Fath, PDM Kota Kediri berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang sejahtera, berakhlak mulia, dan mandiri secara ekonomi.
Semoga AUM baru ini menjadi inspirasi bagi pengembangan amal usaha Muhammadiyah di masa depan. (*)
Penulis Putra Bintan Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan





0 Tanggapan
Empty Comments