Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengukir Semangat Laskar Pelangi di Bumi Serumpun Sebalai

Iklan Landscape Smamda
Mengukir Semangat Laskar Pelangi di Bumi Serumpun Sebalai
Ria Pusvita Sari saat berpose di bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. (Istimewa/PWMU.CO)
Oleh : Ria Pusvita Sari MPd Quality Assurance SDMM
pwmu.co -

Perjalanan lima jam membentang dari Bandara Juanda Surabaya yang sibuk, menyeberangi lautan biru, hingga akhirnya mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. Udara lembap dengan aroma laut langsung menyambut, menandakan petualangan baru di Kepulauan Bangka Belitung.

Ya, sebagai fasilitator, saya bertugas mendampingi para guru Muhammadiyah, sebuah panggilan yang selalu membawa energi positif, Rabu-Ahad (15-19/10/2025).

Namun, di balik misi itu, ada rasa penasaran yang tersembunyi, sebuah benang merah yang terajut sejak membaca dan menonton “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata.

Begitu berinteraksi dengan guru-guru Muhammadiyah, karakter budaya yang hangat dan ramah langsung terasa. Mereka adalah pribadi-pribadi yang terbuka, penuh antusiasme, dan memiliki dedikasi luar biasa terhadap pendidikan.

Mereka bukan sekadar audiens; mereka adalah cerminan dedikasi dan semangat juang. Dalam setiap sesi, saya menemukan karakter budaya yang khas: guru-guru yang sangat terbuka terhadap hal baru, antusias bertanya, dan tidak segan berbagi cerita sekaligus mencoba hal baru.

Tawa mereka yang lepas dan komentar-komentar jenaka seringkali mengingatkan saya pada karakter-karakter unik di Laskar Pelangi – kecerdasan lugu Lintang, imajinasi liar Mahar, dan kepemimpinan Ikal.

Ada semacam kejujuran yang polos dan kearifan lokal yang terpancar dari setiap sorot mata dan senyum. Mereka mencerminkan filosofi “Serumpun Sebalai” yang hidup, yaitu kebersamaan dan kerukunan yang kental dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bangka Belitung.

Meskipun jadwal padat tidak memungkinkan saya menjejakkan kaki di SD Muhammadiyah Gantong yang legendaris, aura “Laskar Pelangi” seolah melingkupi. Untuk mencapai tempat itu, dadi Hotel Swissbell Pangkal Pinang tempat saya tinggal, dibutuhkan perjalanan menggunakan kapal feri sekitar 4-5 jam.

Setiap kali saya melihat wajah-wajah penuh harap para guru, teringatlah saya pada perjuangan Bu Mus yang gigih dan mimpi-mimpi besar anak-anak Belitong.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kisah tentang kegigihan menimba ilmu di tengah keterbatasan, tentang persahabatan yang tulus, dan tentang bagaimana pendidikan bisa mengubah nasib, semua itu terasa begitu nyata dan dekat.

Semangat pantang menyerah dan keyakinan akan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan, sungguh menular.

Saya merasakan energi yang sama membara dalam diri para guru yang saya latih, seolah-olah mereka adalah penerus semangat Ikal dan kawan-kawan, siap mengadaptasi teknologi dan metode baru demi kemajuan pendidikan.

Kekaguman saya pada Bumi Laskar Pelangi ini tak hanya terbatas pada panorama alamnya yang ikonik dengan bebatuan granit raksasa nan eksotis dan pantai-pantai berpasir putihnya yang memukau.

Lebih dari itu, saya terkesima pada jiwa tangguh masyarakatnya, pada keluhuran budi para gurunya, dan pada kekuatan sebuah narasi yang mampu menginspirasi generasi.

Saya membawa pulang bukan sekadar memori pelatihan yang sukses, melainkan juga sebuah pemahaman baru tentang arti mimpi, ketulusan hati, dan betapa sebuah kisah dapat mengukir jejak inspirasi yang tak lekang oleh waktu.

Bangka Belitung, dengan segala keindahan dan kedalaman budayanya, telah menorehkan babak berharga dalam kanvas perjalanan hidup saya, memperkaya perspektif dan membakar kembali semangat untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu