
PWMU.CO — Di balik prosesi yang sarat simbol dan selebrasi, Inaugurasi Fortasi 2025 SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) yang digelar pada Sabtu (19/7/2025) tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa orientasi siswa baru. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian penting dari ikhtiar Smamda dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam karakter, spiritualitas, dan daya saing global.
Sebanyak 360 siswa baru resmi dikukuhkan dalam acara yang berlangsung di Smamda Tower, Pucang, Surabaya. Prosesi ini bukan sekadar seremoni penerimaan siswa, melainkan momen reflektif yang menandai awal perjalanan pendidikan menengah dalam naungan nilai-nilai Islam, integritas, dan visi keunggulan global yang menjadi ciri khas Smamda.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan inaugurasi dan pengukuhan siswa baru Tahun Pelajaran 2025/2026. Kami sangat bangga telah menerima anak-anak luar biasa ini,” ujar Kepala Smamda Astajab SPd MM dalam sambutannya.
Ia menegaskan, seluruh siswa yang diterima telah melalui proses seleksi yang ketat, mencerminkan keseriusan sekolah dalam membentuk komunitas belajar unggul sejak awal. Menurutnya, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan tidak cukup hanya membekali siswa dengan pengetahuan akademik.
“Kami ingin membentuk anak-anak yang cerdas secara akademik, emosional, spiritual, dan sosial. Mereka harus punya karakter kuat, berakhlak, dan mampu bersaing, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di dunia global,” tambahnya.
Simbol Kemitraan Pendidikan
Salah satu inti dari inaugurasi ini adalah prosesi serah terima simbolis dari orang tua kepada pihak sekolah, sebagai simbol kepercayaan penuh keluarga terhadap lembaga pendidikan Muhammadiyah. Momen ini menjadi lambang kemitraan pendidikan antara sekolah dan orang tua.
Menurut Wakil Kepala Humas Smamda Rr Tanti Puspitorini, hal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus strategi kolaboratif untuk menjamin keberhasilan pendidikan siswa. “Kami tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama dengan orang tua. Karena itu, dalam inaugurasi ini dilakukan penandatanganan kontrak belajar antara siswa, orang tua, dan sekolah,” jelasnya.
Kontrak tersebut mencakup komitmen siswa untuk menaati tata tertib, menjaga nilai-nilai sekolah, serta kesiapan orang tua dalam mendampingi dan mengawasi perkembangan anak. Jika kelak terjadi pelanggaran, pihak sekolah akan mengembalikan tanggung jawab pendidikan kepada orang tua sebagai bentuk transparansi dan kedisiplinan bersama.
Panggung Apresiasi dan Ekspresi Diri
Inaugurasi Fortasi 2025 juga menjadi ajang ekspresi dan apresiasi bagi siswa baru. Penampilan para finalis Smamda Got Talent—yang sebelumnya melalui proses seleksi—menambah semarak acara dengan pertunjukan seni musik, tari, dan kreasi lainnya yang mencerminkan keberagaman potensi siswa.
Tak hanya itu, sekolah juga memberikan penghargaan kepada kelompok Fortasi terbaik, yang dinilai berdasarkan kekompakan, keaktifan, dan kreativitas selama masa orientasi. Dari 28 kelompok (13 putra dan 15 putri), hanya beberapa yang berhasil menonjol dan mendapatkan pengakuan resmi di hadapan seluruh civitas akademika.
“Kami ingin sejak awal siswa memahami bahwa prestasi tidak selalu identik dengan akademik. Kreativitas, keberanian tampil, dan semangat kolaborasi juga bagian dari kecerdasan,” ungkap Tanti.

Menyongsong Dunia Global
Di balik seluruh dinamika Fortasi, Smamda menyimpan misi besar membangun pendidikan berwawasan global. Dengan 26 kerja sama internasional aktif, Smamda menjadi salah satu sekolah dengan jejaring luar negeri terbanyak di Indonesia.
“Kita hidup di era globalisasi. Kita tidak boleh hanya jadi penonton. Anak-anak kita harus mampu bersaing, bahkan memimpin,” tegas Astajab. “Banyak tenaga asing masuk ke Indonesia. Kita tidak ingin anak-anak kita tersisihkan. Kita ingin mereka menjadi pelaku utama.”
Program kerja sama internasional ini telah membuka peluang bagi siswa untuk mengikuti pertukaran pelajar, kolaborasi riset, hingga akses ke perguruan tinggi luar negeri. Hal ini selaras dengan tujuan Smamda mencetak lulusan yang kuat dalam nilai-nilai keislaman dan siap menghadapi dinamika pasar kerja global.
Merangkul Semua, Tanpa Kecuali
Menariknya, dari 360 siswa baru yang dikukuhkan, tujuh di antaranya belum dapat hadir secara langsung karena masih berada di luar negeri seperti Amerika Serikat, Australia, dan Qatar. Namun, mereka tetap mengikuti prosesi secara daring dan dijadwalkan bergabung secara fisik pada Desember 2025.
“Kami pastikan mereka tetap merasakan semangat yang sama. Kami sudah menyiapkan sistem dan proses agar mereka tidak tertinggal,” ujar Tanti.
Kegiatan belajar-mengajar akan dimulai secara reguler pada Senin, 21 Juli 2025, dengan seluruh informasi teknis seperti wali kelas, pembagian kelas, dan jadwal pelajaran telah disampaikan melalui kanal resmi sekolah dan grup orang tua.
Lebih dari Sekadar Sekolah
Inaugurasi Fortasi 2025 menjadi lebih dari sekadar kegiatan penerimaan siswa baru. Ini adalah pernyataan arah pendidikan. Smamda bukan hanya mencetak siswa yang lulus ujian nasional atau menjuarai lomba. Smamda sedang membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan, memadukan nilai Islam, budaya literasi, prestasi akademik, serta kesiapan menghadapi dunia nyata yang penuh tantangan.
“Anak-anakku, marilah kita berusaha untuk membanggakan kedua orang tua kita, sekolah yang kita cintai, dan bangsa kita. Saya yakin kalian adalah generasi sukses. Teruslah belajar, teruslah berjuang,” pungkas Astajab penuh harap.
Dengan semangat baru dan komitmen kolektif, Smamda melangkah mantap menuju masa depan. Inaugurasi Fortasi 2025 menjadi batu loncatan pertama bagi 360 siswa baru untuk ikut menulis babak baru dalam sejarah pendidikan Muhammadiyah di abad ini. (*)
Penulis Fibrina Aquatika Editor Wildan Nanda Rahmatullah





0 Tanggapan
Empty Comments