Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Lamongan menggelar Halalbihalal 1447 Hijriah pada Senin (30/03/2026) di Masjid Islamic Center ITBADLA.
Momentum ini dimanfaatkan civitas akademika untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai etika, kebersamaan, dan toleransi di lingkungan kampus.
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menumbuhkan Etika, dan Memperkuat Toleransi” ini terhadiri jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Kehadiran seluruh unsur kampus mencerminkan komitmen bersama dalam membangun suasana akademik yang harmonis, inklusif, serta berlandaskan nilai moral dan keagamaan.
Tak Sekadar Tradisi Tahunan
Rektor ITB Ahmad Dahlan Lamongan, Dr Darianto SE MM menegaskan bahwa Halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan pasca-Idul Fitri.
Momentum ini memiliki makna strategis sebagai ruang refleksi untuk memperkuat karakter, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan peran masing-masing di lingkungan akademik.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penguatan etika harus menjadi bagian dari budaya kerja dan budaya akademik. Etika tidak hanya hadir dalam ruang formal seperti perkuliahan, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari antar civitas akademika.
Dengan demikian, nilai kebersamaan yang terbangun dalam momentum ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas kinerja, pelayanan, serta hubungan sosial di lingkungan kampus.
Di sisi lain, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) ITB Ahmad Dahlan Lamongan, Drs H Subagio SE menambahkan bahwa silaturahmi memiliki peran strategis dalam membangun institusi pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.
Hubungan yang harmonis antarindividu dinilai menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang solid dan produktif.
Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam Halalbihalal dapat menjadi penguat sinergi antarunit, sekaligus memperkokoh komitmen dalam memajukan institusi.
Oleh karena itu, nilai-nilai kebersamaan dan saling menghargai perlu terus dijaga dan diimplementasikan dalam setiap aktivitas kampus.
Sarana Perbaikan Hubungan Sesama
Dalam rangkaian acara, KH Mulyono AR turut menyampaikan sambutan yang sarat dengan pesan moral dan spiritual.
Dalam penyampaiannya, seluruh peserta diajak untuk menjadikan momentum Halalbihalal sebagai sarana memperbaiki hubungan antarsesama, memperkuat keikhlasan, serta meningkatkan kualitas diri.
Menurutnya, Idul Fitri merupakan titik balik untuk kembali kepada fitrah, sehingga setiap individu perlu menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Keseimbangan antara intelektualitas dan spiritualitas menjadi kunci dalam membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Selanjutnya, kajian Halalbihalal tersampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PC Muhammadiyah) Lamongan, Ustadz Drs KH Syaifuddin Zuhri MAg.
Dalam kajian tersebut, ditekankan pentingnya “Merajut Silaturahmi, Menumbuhkan Etika, dan Memperkuat Toleransi” sebagai landasan utama dalam membangun kehidupan yang harmonis.
Dalam pemaparannya, silaturahmi disebut sebagai kekuatan utama dalam menjaga persatuan dan memperluas keberkahan. Selain itu, etika dan akhlak menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan akademik yang sehat dan kondusif.
Lebih jauh, toleransi dipandang sebagai nilai yang tidak terpisahkan dari kehidupan di tengah keberagaman. Dengan menjunjung tinggi sikap saling menghargai dan memahami perbedaan, civitas akademika diharapkan mampu menciptakan suasana kampus yang damai, inklusif, serta produktif.
Suasana keakraban terlihat jelas saat seluruh peserta saling bersalaman dan bermaafan sebagai penutup rangkaian Halalbihalal. Momen tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan di lingkungan kampus.
Kemudian, agenda berlanjut dengan ramah tamah di gedung utama kampus. Interaksi yang terjalin dalam suasana santai ini semakin mempererat hubungan antar civitas akademika serta memperkuat sinergi dalam mendukung kemajuan institusi.





0 Tanggapan
Empty Comments