Dalam kehidupan seorang Muslim, terdapat sejumlah perkara penting yang harus dijaga agar keimanan tetap kuat dan kehidupan berjalan sesuai tuntunan syariat.
Hal tersebut disampaikan Moh. Helman Sueb, Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat, Lamongan, melalui tulisannya yang mengingatkan umat Islam untuk menjaga beberapa hal utama sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
Pesan Rasulullah kepada Ibnu Abbas
Ia mengisahkan sebuah peristiwa ketika Ibnu Abbas pernah dibonceng oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam kesempatan tersebut, Rasulullah memberikan nasihat penting kepada seorang pemuda.
Rasulullah SAW bersabda, “Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu.” (HR. Tirmidzi).
Nasihat ini mengandung makna mendalam bahwa seorang hamba harus menjaga perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
Menjaga Allah bukan berarti menjaga zat-Nya, tetapi menjaga ajaran dan syariat yang telah ditetapkan, seperti menjaga salat wajib agar tidak lalai serta menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan.
Puasa tidak hanya sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat merusak pahala puasa.
Tiga Perkara yang Wajib Dijaga
Menurut Helman Sueb, terdapat tiga perkara utama yang wajib dijaga oleh setiap Muslim dalam kehidupannya.
Pertama, menjaga hak Allah SWT.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis ketika Rasulullah SAW bertanya kepada sahabat Muadz bin Jabal tentang hak Allah atas hamba-Nya dan hak hamba terhadap Allah.
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa hak Allah atas hamba-Nya adalah agar manusia beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.
Sedangkan hak hamba terhadap Allah adalah bahwa Allah tidak akan menyiksa mereka selama tidak melakukan kesyirikan.
Kedua, menjaga apa yang ada di kepala dan seluruh yang ada padanya.
Di dalam kepala terdapat akal yang berfungsi untuk berpikir. Jika seseorang memiliki pikiran negatif, maka ucapan dan perbuatannya juga cenderung negatif.
Sikap tersebut dapat terlihat dalam perilaku sombong, angkuh, ucapan yang menyakitkan, hingga tindakan yang menimbulkan permusuhan.
Selain akal, manusia juga memiliki mata dan telinga yang harus dijaga penggunaannya.
Mata hendaknya digunakan untuk melihat hal-hal yang baik serta mengambil pelajaran dari apa yang dilihat dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara telinga seharusnya dimanfaatkan untuk mendengarkan hal-hal yang bermanfaat dan kemudian diamalkan dalam kehidupan.
Ketiga, menjaga apa yang masuk ke dalam perut.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 168:
“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”
Dalam Tafsir Al-Muyassar dijelaskan bahwa manusia diperintahkan untuk mengonsumsi rezeki yang halal dan baik, yaitu makanan yang bersih, tidak najis, serta tidak membahayakan.
Selain itu, umat Islam juga dilarang mengikuti langkah-langkah setan dalam menetapkan halal dan haram, melakukan bid’ah, maupun berbagai bentuk maksiat.
Oleh karena itu, seorang Muslim harus memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi berasal dari sumber yang halal dan diperoleh dengan cara yang benar.
Makanan yang halal dan baik diyakini dapat memengaruhi karakter seseorang sehingga menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menjaga tiga perkara tersebut, seorang Muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan dengan penuh keberkahan serta tetap berada dalam tuntunan ajaran Islam.






0 Tanggapan
Empty Comments