Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menjaga Kesehatan Gigi untuk Ibadah yang Khusyuk

Iklan Landscape Smamda
Menjaga Kesehatan Gigi untuk Ibadah yang Khusyuk
Foto bersama usai Program Matahari Bersinar PRM UM . (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Program Matahari Bersinar (PMB) edisi kedua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan kajian kesehatan gigi dan mulut, Ahad (7/9/2025).

Bertempat di kediaman Rudi Nurdiansyah ST MT PhD, sesi ini disampaikan oleh Amalia Kautsaria, istri Rudi yang berprofesi sebagai dokter gigi.

Dalam pemaparannya, Amalia menekankan bahwa menjaga kebersihan gigi dan mulut merupakan bagian dari ibadah. “Kebersihan mulut itu memuliakan ibadah. Kalau mulut bersih dan tidak ada keluhan, ibadah akan lebih khusyuk. Menjaga gigi juga berarti menjaga amanah tubuh yang Allah karuniakan,” jelasnya.

Kesehatan Gigi, Kesehatan Tubuh, dan Kualitas Ibadah

Amalia menjelaskan setidaknya tiga manfaat utama menjaga kesehatan gigi. Pertama, membantu mengunyah makanan dengan baik. “Kalau ada lubang gigi atau gusi bengkak, makan jadi tidak nyaman,” ujarnya.

Kedua, mencegah bau mulut dan infeksi. Menurutnya, bau mulut bisa bersumber dari karang gigi, sisa akar, atau lubang yang tidak segera ditambal. “Kalau bau mulut, ibadah juga jadi tidak khusyuk, apalagi saat salat berjamaah yang jaraknya rapat,” tambahnya.

Ketiga, menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ia menyebut penelitian yang menunjukkan adanya kaitan antara infeksi gigi dengan penyakit serius, termasuk jantung. “Sisa akar atau lubang yang dibiarkan bisa menjadi pintu masuk bakteri ke aliran darah,” paparnya.

Ia pun membagikan tips praktis menjaga kesehatan gigi. Mulai dari berkumur saat wudu, menyikat gigi dua kali sehari—pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur—hingga rutin memeriksakan gigi setiap enam bulan sekali.

“Sumber penyakit sering kali karena lupa sikat gigi malam hari. Saat tidur, air liur berhenti diproduksi sehingga sisa makanan menempel dan merusak gigi,” terangnya.

Selain itu, ia menyarankan memilih sikat gigi berkepala kecil, menggunakan pasta gigi berfluoride, serta mengurangi konsumsi makanan manis. “Kalau makan manis, segera kumur atau minum air putih untuk mengurangi risikonya,” jelasnya.

Menutup kajian, Amalia menegaskan bahwa merawat gigi bukan sekadar urusan kesehatan mulut, melainkan juga kesehatan tubuh secara menyeluruh. “Mulut bersih, senyum indah, dan berpahala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah itu indah dan mencintai keindahan,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu