Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menjemput Berkah di Penghujung Tahun

Iklan Landscape Smamda
Menjemput Berkah di Penghujung Tahun
Ilustrasi: OpenAI
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Tafakur di akhir tahun merupakan momentum yang tepat untuk melakukan muhasabah (refleksi diri) dan evaluasi terhadap setiap helaan napas, amalan, serta kegiatan yang telah kita lalui selama setahun penuh.

Rasulullah saw mengingatkan bahwa waktu adalah salah satu nikmat yang paling sering dilalaikan oleh manusia. Ibnu Abbas ra meriwayatkan:

“Dua nikmat yang kebanyakan manusia lalai (tertipu) karenanya adalah nikmat sehat dan waktu yang luang.” (HR. Bukhari)

Inspirasi Al-Qur’an dan Hadis untuk Bekal Diri
Agar langkah kita di tahun mendatang lebih terarah, mari kita jadikan untaian wahyu dan pesan kenabian ini sebagai kompas:

Mempersiapkan Bekal Terbaik: “Berbekalah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Visi Masa Depan: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Pesan Sayyidina Umar bin Khattab: “Hisablah diri kalian, sebelum kalian dihisab.”
Definisi Kecerdasan: “Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya sendiri dan beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya.” (HR. Tirmidzi)

5 Tujuan Utama Tafakur Akhir Tahun

Melalui perenungan yang mendalam, kita bertujuan untuk:

  1. Mengoreksi diri dan memperbaiki kesalahan masa lalu
  2. Memperkuat komitmen untuk tidak mengulangi kekhilafan yang sama
  3. Meningkatkan kesadaran dan ketakwaan kepada Allah SWT
  4. Memperbaiki hubungan baik dengan Sang Pencipta maupun sesama manusia
  5. Mempersiapkan diri menghadapi tahun baru dengan semangat dan motivasi yang lebih murni.

Waktu: Modal Kehidupan yang Terbatas
Allah SWT mengingatkan pentingnya syukur dalam Surah Ibrahim ayat 7, bahwa syukur akan menambah nikmat, sementara kufur akan mengundang azab. Waktu adalah nikmat yang tak akan kembali.

“Banyak orang memiliki jam untuk mengukur waktu, tapi belum tentu memiliki ‘waktu’ untuk melakukan hal-hal yang berarti.”

Di penghujung tahun 2025 ini, ingatlah bahwa setiap detik akan dimintai pertanggungjawabannya. Allah bersumpah demi masa dalam QS. Al-‘Asr (1-3), menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Pesan Sebelum Terlambat
Rasulullah saw memberikan strategi terbaik dalam mengelola hidup melalui hadits “Lima sebelum Lima”:

Masa muda sebelum masa tua.
Masa sehat sebelum masa sakit.
Masa kaya sebelum masa miskin.
Masa luang sebelum masa sibuk.
Masa hidup sebelum datangnya mati.

Waktu bukan sekadar deretan angka, melainkan modal utama untuk meraih rida-Nya. Semoga sisa waktu kita menjadi saksi atas amal-amal saleh yang kita tanam.
Subhanallah Tabarakallah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu